Negara Dorong UMKM untuk Berpartisipasi di Ranah Digital

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia telah menyumbangkan 56 persen dari total perekonomian negara, hal ini mendorong pemerintah untuk membantu UMKM untuk lebih paham dunia digital.

Menurut Sekretaris Ditjen Aplikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Mariam F Barata, hal ini sangat berpotensi apalagi jika mengingat jumlah UMKM di Indonesia yang mencapai 59,9 juta, hanya saja yang online jumlahnya di bawah 4 persen, oleh karena itu banyak sekali yang harus dibantu. Rencananya pemerintah akan menargetkan 8 juta UMKM untuk online, sehingga dapat mencapai target ekonomi digital hingga 130 USD miliar.

Mariam menambahkan bahwa saat ini anak muda lah yang mendominasi internet. Kondisi ini membuat industri perdagangan dan pasar kini dikuasai oleh generasi millennial yang melek digital. Dilansir dari halaman idntimes, Mariam menambahkan, “generasi millennial jadi kelompok besar yang membeli barang lewat online. Saat ini generasi millennial beralih dari belanja ke suatu tempat jadi belanja dengan jarinya. Inilah yang menjadikan marketplace di Indonesia berkembang dengan pesat, karena belanja online lebih praktis, cepat, lebih mudah.”

Terlebih dengan adanya marketplace yang akan memudahkan, karena pelaku UMKM tidak perlu membuat domain sendiri. Namun bukan hal yang mudah mengajak UMKM untuk masuk ke dunia digital, oleh karena itu pemerintah siap memberikan pelatihan dalam proses pengembangan usaha pelaku UMKM agar lebih maju.

“Sejak tahun lalu, program 8 juta UMKM ini sudah mendapat bantuan dari beberapa marketplace yang mendorong UMKM offline menjadi online mulai dari onboarding, active selling atau pendampingan untuk meningkatkan transaksi online hingga, membantu pelaku UMKM meningkatkan skala penjualannya menjadi internasional,” ungkap Mariam.