Go-Pay dan Baznas Luncurkan Program Sedekah Nontunai

Program sedekah non-tunai dengan cara potong saldo Go-Pay melalui metode scan QR Code, telah dirilis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang bekerjasama dengan Go-Jek, dan diresmikan oleh Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta, beserta Managing Director Go-Pay, Budi Gandasoebrata.

Fitur yang digagas dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H ini bertujuan agar memudahkan masyarakat dalam bersedekah maupun berzakat, dengan cara praktis tanpa harus menemui amil perantara, yaitu dengan cara online. Cukup buka aplikasi Go-Jek lalu scan QR code bertanda khusus (sedekah Go-Pay), kemudian masukkan nominal saldo Go-Pay yang akan disedekahkan. Untuk scan QR code sendiri, pihak BAZNAS menjanjikan akan tersedia di banyak tempat, terutama di tempat umum seperti stasiun maupun mall.

Menurut Arifin Purwakananta, metode ini sah dalam menyalurkan sedekah, mengingat teknologi keuangan sudah mendukung dan masyarakat sudah akrab dengan teknologi terkait. Sementara Budi Gandasoebrata menambahkan, untuk mensosialisasikan metode ini pihaknya dan Baznas akan bekerjasama, seperti dengan cara memasang notifikasi di aplikasi atau poster di lokasi tertentu.

Platform Antihoaks Segera Dirilis di Indonesia

Proyek kolaboratif bertajuk Cekfakta.com yang berguna untuk pengecekan fakta, sekaligus sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan informasi yang tepat berdasarkan fakta, akan segera dirilis di Indonesia.

Melalui platform ini diharapkan klarifikasi atas hoaks bisa dilakukan lebih cepat, lalu dapat disebarluas melalui jejaring media yang berkolaborasi dan media sosial.

Kolaborasi ini diprakarsai oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), Internews dan Google News Initiative. Kerjasama ini juga merupakan bentuk sikap terhadap banyaknya informasi hoaks ketika memasuki tahun politik, sekaligus sebagai komitmen bersama untuk menghadirkan informasi yang tepat dan terpercaya kepada masyarakat.

Sebagai wadah untuk jurnalis, AJI berharap inisiatif ini akan lebih mendorong jurnalis dan media untuk terlibat dalam upaya memerangi misinformation, fake news dan semacamnya karena dampaknya sangat besar terhadap kehidupan publik.

Bersama Mafindo ada sekitar 22 media publikasi antara lain Tempo.co, KabarMakassar.com, KabarMedan.com, The Jakarta Post, Kompas.com, Beritasatu.com, Suara.com, Tirto.id, RiauOnline.co.id, Antaranews.com, Republika,co.id, KBR, Dream.co.id, TimesIndonesia.co.id, Katadata, Viva.co.id, dan beritajatim.co.

Dilansir dari halaman kontan.co.id, Pemimpin Redaksi Kontan.co.id Ardian Taufik Gesuri mengungkapkan, “Hoaks itu antijurnalisme yang perlu kita lawan bersama karena pengaruhnya sangat besar di masyarakat. Jangan kita biarkan merajalela. Maka kita bersama harus bersungguh-sungguh memberantasnya sebagaimana perang antara kebenaran melawan kebatilan dan kesesatan.”

Sementara itu, ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut menegaskan, Cekfakta.com adalah sebuah terobosan yang dibutuhkan dalam memfilter hoaks dan informasi yang salah. “Proyek ini merupakan satu-satunya karena untuk pertama kalinya media siber arus utama di Indonesia bersama-sama berkolaborasi, alih-alih bersaing. Kami mengesampingkan persaingan untuk hal yang lebih besar,” ujar Wens menambahkan.

Masih dilansir dari halaman Kontan, Ketua Mafindo, Septiaji Eko Nugroho mengatakan bahwa, “Mafindo mendorong solusi integratif untuk melawan penyebaran hoaks di Indonesia. Selain gerakan edukasi literasi dan silaturahmi antar anak bangsa untuk meredam polarisasi, kami juga berharap upaya gotong-royong melakukan cek fakta antara media siber arus utama, bersama pegiat antihoaks seperti ini bisa menjadi salah satu solusi untuk meredam penyebaran hoaks di Indonesia.”

Dan masih dalam rangka menyikapi maraknya informasi hoaks, beberapa nama dari kolaborasi ini akan menyelenggarakan event ‘Trusted Media Summit 2018’ pada tanggal 5-6 Mei 2018 bertempat di Gran Melia Hotel, Jakarta.