Indonesia Broadband Plan Diharapkan Dorong Aktivitas Ekonomi

 

Rencana pitalebar Indonesia (Indonesia broadband plan) yang sudah digagas sejak 2014 diyakini memiliki  peran  penting  dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi, serta menjadi kunci bagi Indonesia dalam meningkatkan peringkat World Economic Forum (WEF) untuk Network Readiness Index (NRI) yang menjadi indikator dalam pembangunan ekonomi digital suatu negara.

Salah satunya dengan kehadiran 4G LTE yang dinilai menjadi langkah positif pemerintah dalam mengakomodir kemajuan digital di Indonesia dimana salah satu target rencananya adalah membuat masyarakat pedesaan bisa menikmati internet dengan kecepatan 10 Mbps dan 20 Mbps bagi masyarakat perkotaan.

Teknologi broadband dan Palapa Ring memang menjadi perhatian utama Kominfo, untuk pembangunan infrastruktur digital yang massif sehingga dapat memperluas konektifitas yang menjadi jantung bagi tumbuhnya ekonomi digital.

Pemanfaatan pitalebar diharapkan akan mendorong peningkatan jumlah sektor dan aktivitas ekonomi dan menjadi pendorong  faktor pertumbuhan seperti inovasi, munculnya  barang  dan  jasa  baru, proses  baru,  model bisnis  baru,  serta meningkatnya  daya  saing dan  fleksibilitas  dalam  ekonomi.

Di luar agenda, sebagian masyarakat masih belum merasa puas dan beranggapan bahwa masih ada beberapa program Kominfo yang belum berjalan dengan baik. Anggapan tersebut banyak diutarakan di media massa, sosmed dan diskusi-diskusi kecil di berbagai forum, seperti salah satunya adalah masalah revisi tarif interkoneksi, Network Sharing, Revisi UU Penyiaran dan yang lainnya.

Berikut agenda orioritas Kominfo yang dikutip dari kominfo.go.id:

  1. Pengembangan Infrastruktur Pitalebar termasuk Layanan 4G, dengan strategi Menata Sumber Daya spektrum frekuensi radio

Menjaga  keberlangsungan  orbit  satelit  Indonesia,  agar  tetap  menjadi milik dan  kendali Indonesia

Menggelar  jaringan  tulang  punggung  serat  optik  nasional  (Palapa   Ring)   untuk   menghubungkan   497   kab./kota   di Indonesia.

  1. Efisiensi Industri Telekomunikasi

Mendorong operator telekomunikasi untuk berkonsolidasi dalam rangka efisiensi industri telekomunikasi

Membangun infrastruktur pasif bersama (passive infrastruktur sharing) dalam rangka meringankan biaya investasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

e-Licensing Spektrum Radio (Machine to Machine)

  1. Mendorong Peningkatan Jumlah Kandungan Dalam Negeri pada Alat dan Perangkat   Telekomunikasi
  2. Mengintegrasikan Nomor Panggilan
  3. Penataan Registrasi Prabayar
  4. Mengurangi Peredaran Perangkat Telepon Selular Ilegal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *