Dilema Investor Asing di Sektor Ekonomi Digital

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia jumlahnya mencapai 45 juta, yaitu sekitar 60% dari ekonomi Indonesia. Hal ini dimungkinkan karena peran pemerintah yang sering mendorong UMKM agar merambah bisnis digital dengan program UMKM Go Online.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, UMKM yang memasarkan lewat jalur online diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan hingga 26%. Apalagi kontribusi UMKM terhadap ekonomi Indonesia saat ini mencapai 58% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Kondisi ini secara tidak langsung mengundang investor asing untuk ikut berperan, dengan nilai investasi yang masuk ke perusahaan rintisan baru di Indonesia yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah, seperti Alibaba, e-commerce Asal Cina, yang menyuntik dana ke Tokopedia,  1,1 miliar dolar AS atau Rp 14,7 triliun. Tencen, yang juga dari Cina, menggelontorkan 1,2 miliar dolar AS, atau Rp 16 triliun, ke Gojek. Traveloka, situs penyedia layanan pemesanan kamar hotel dan pesawat juga mendapat kucuran dana 500 juta dolar AS dari perusahaan keuangan dan perjalanan daring dunia; Expedia Inc, East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com dan Sequoia Capital.

Penyebab banyaknya investor asing diyakini karena ketiadaan pemodal usaha di dalam negeri, dengan kata lain jika investor asing bisa mengukur besaran risiko setiap start-up, maka pemodal Indonesia masih meraba-raba.

Saat ini 98 persen investasi di sektor tersebut sudah dikuasai oleh asing. Ketua Umum Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI), Bari Arijono mendesak pemerintah untuk segera mengatur regulasi terkait hal ini. Bari memandang, investasi asing di bidang ekonomi digital perlu dibatasi, seperti dilansir dari republika.co.id Bari mengungkapkan, “Dominasi investor asing dinilai sudah terlalu kuat di sektor ekonomi digital Indonesia yang sedang tumbuh pesat. Padahal, ekonomi digital adalah masa depan perekonomian Indonesia.” Ia kemudian menambahkan, “Pemerintah perlu membatasi investasi asing di sektor ekonomi digital dan memperkuat sumber pendanaan dalam negeri.”

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ekonomi Kreatif, Erik Hidayat mengungkapkan bahwa sektor ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh. Hal ini mengingat mayoritas penduduk berusia muda dan pertumbuhan kelas menengah meningkat pesat. Selain itu, kesadaran penggunaan teknologi di daerah-daerah juga terus meluas. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, kata Erik, pemerintah harus mampu membuat kebijakan yang mengikuti perubahan teknologi.

Amazon Siap Ramaikan Persaingan E-Commerce Indonesia

Persaingan e-commerce tanah air akan kembali diramaikan oleh pemain global. Salah satu perusahaan e-commerce terbesar asal Amerika Serikat, Amazon.com, akan masuk ke Indonesia.

Dilansir dari situs kontan.co.id, Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Daniel Tumiwa memprediksi masuknya Amazon tidak akan mampu dilawan oleh e-commerce lokal. Soalnya tidak ada satu pun e-commerce Indonesia yang memiliki kemampuan modal maupun teknologi seperti Amazon. “Dia sudah gede banget. Punya semuanya,” ujar Daniel.

Perusahaan multinasional ini biasanya akan menguji pasar di tahun pertamanya, setelah itu barulah mereka memutuskan akan lanjut atau berhenti. Jika dalam satu tahun tidak berhasil, biasanya Amazon akan memutuskan untuk hengkang. Seperti yang terjadi di Cina, mereka tidak berhasil dan memutuskan untuk keluar. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi mereka di beberapa negara, salah satunya India. Amazon berhasil berada di posisi puncak dalam waktu setahun, dan bertahan sampai sekarang.

Didirikan pada 1994 oleh Jeff Bezos, awalnya muncul dengan nama Cadabra pada 1994. Situsnya mengudara dengan nama amazon.com tahun 1995. Awalnya Amazon merupakan toko buku daring, lalu menjadi penjual DVD, CD, MP3, perangkat lunak, permainan video, barang elektronik, perlengkapan, furnitur, makanan, mainan dan perhiasan. Saat ini Amazon memproduksi barang elektronik, buku elektronik dan komputer tablet, Kindle Fire. Perusahaan perdagangan elektronik multinasional yang berkantor pusat di Seattle, Washington ini telah menjadi salah satu penyedia jasa komputasi online terbesar.

3 Tantangan Digital Marketing di 2018

Perkembangan dan dinamika tren di dunia digital membuat tantangannya pun juga ikut berubah. Tahun lalu pengamat mengungkap bahwa tren digital marketing adalah bagaimana memperoleh konsumen yang potensial.

Lalu apa tantangan terbaru dalam dunia marketing yang akan dihadapi pebisnis tahun ini dan bagaimana mengatasinya?

1. Mendefinisikan kesuksesan

Sekitar 46% pemilik bisnis kecil tidak menyadari strategi digital marketing mereka sebenarnya berhasil. Artinya kebanyakan mereka menghabiskan budget untuk strategi yang mereka sendiri tidak yakin.Untuk mengatasi ini, Anda harus menetapkan goal dan indikator performa utama yang menggiring pada goal tsb. Anda harus bekerja keras untuk merancang goal dan indikator ini sebelum melakukan pengaturan untuk kampanye digital marketing, karena ini penting untuk mendefiniskan kesuksesan.

2. Bekerja dengan budget terbatas

Digital marketing akan bekerja dengan baik saat fokus dengan penambahan nilai pada customer yang butuh penyelesaian masalah. Membuat konten strategis yang bisa membantu customer, tidak hanya akan membuat brand Anda muncul di pencarian utama search engine, tapi juga membuat customer percaya dan memberi perhatiannya pada brand Anda.

3. Memiliki cukup waktu

Dari hasil survey, banyak yang mengatakan bahwa memiliki waktu dan sumber daya untuk mengurus marketing adalah tantangan terbesar. Mungkin di sini Anda bisa mulai mencari partner yang tepat. Yang mengerti bisnis dan bisa fokus pada marketing, sehingga Anda punya waktu lebih untuk hal-hal hanya bisa dilakukan oleh Anda sendiri.

Setelah 4G, Indonesia Bersiap Sambut Teknologi 5G

Setelah sebelumnya berhasil mengimplementasikan teknologi 4G LTE, kali ini pemerintah akan mendatangkan teknologi terbaru yang merupakan terusan 4G, yaitu 5G di Indonesia. Teknologi ini menjanjikan peningkatakan kecepatan dalam transfer melalui jaringan.

Hal ini ditegaskan Menteri Komunikasi dan Informatika (Mekominfo), Rudiantara yang mengungkapkan bahwa pemerintah ingin mendorong 5G berbasis LTE dengan menguji coba teknologi ini di ajang Asean Games pada Agustus 2018 mendatang.

Program ini akan dilakukan melalui PT Telekomunikasi Selular dengan menguji coba jaringan 5G untuk teknologi realitas virtual dan fixed wireless access pada ajang olahraga bergengsi tersebut.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Noor Izza mengatakan saat ini persiapan penerapan uji coba masih dibahas secara intensif. “Kami memang tengah mempersiapkan diri untuk uji coba teknologi 5G,” ungkapnya. Pemerintah telah menerbitkan aturan mengenai hal ini yaitu melalui Peraturan Menteri Kominfo No.5/2016 tentang Uji Coba Teknologi Telekomunikasi, Informatika dan Penyiaran.

Sebelumnya Telkomsel telah melaksanakan demonstrasi teknologi 5G bersama Huawei yang menghasilkan kecepatan unduh 70 Gbps. Untuk program Asian Games mendatang, Telkomsel akan melakukan percobaan penerapan 5G melalui virtual reality (VR) dan fixed wireless access (FWA).Sementara itu dilansir dari bisnis.com, Ericsson memperkirakan penerapan awal 5G akan menghasilkan sekitar 28 juta pelanggan pada 2022 di kawasan Asia Pasifik yang akan memimpin penyebaran 5G secara global. Khusus Indonesia, diprediksi teknologi 5G mulai diadaptasi pada 2020 atau 2021.

Februari 2018 Apple Luncurkan Speaker Pintar, HomePod

Setelah diumumkan pertengahan tahun 2017 lalu, akhirnya perilisan speaker pintar dari Apple segera dirilis.

Produk bernama HomePod ini sudah bisa dipesan (pre-order) namun baru akan tersedia untuk dijual pada 9 Februari. Apple membandrol produk ini senilai 319 Pound atau 349 USD (sekitar 4,7 juta rupiah) dengan pilihan warna putih dan abu-abu gelap.

Bisa dibilang Produk ini jawaban Apple untuk produk seri Echo milik Amazon Alexa, serta Home Speaker milik Google. Di dua tahun terakhir, penjualan speaker pintar dari Amazon memang cukup mendominasi.

Menurut kepala marketing Apple, Phil Schiller, pengguna akan takjub dengan kualitas audio speaker yang memiliki tinggi 7 inchi (17.78 cm) ini. Dilengkapi dengan chip A8 Apple yang memiliki sensor lokasi di dalam ruangan dan audio bisa disetel untuk suara sesuai selera dimana pun Anda berada. Lewat produk ini, Apple menjanjikan tidak hanya pengalaman sound premium, tapi juga semacam kontrol suara dari Siri.

Meski dirilis lebih dulu (pada 2011) dari kompetitornya, Siri belum bisa digunakan secara menyeluruh, artinya pengguna belum bisa menggunakan layanan suara ini secara maksimal. Dengan Homepod, Apple akan membuat Siri bisa mengirim pesan tidak hanya melalui aplikasi Apple tapi juga kompatibel dengan aplikasi lain seperti WhatsApp. Selain itu Siri juga bisa mengatur waktu, memainkan podcast, mengecek berita dan bahkan bisa terhubung ke berbagai perangkat dari rumah pintar (smart home) seperti menyalakan / mematikan lampu, mengeset temperatur rumah dll.

Memiliki woofer untuk bas, tujuh speaker treble untuk akustik berfrekuensi tinggi dan 6 microphone untuk kontrol suara Siri, HomePod dirancang sebagai perangkat audio multi-ruangan. Dan jika ada lebih dari satu HomePod di satu ruangan, speaker akan menyuguhkan sound stereo.

Namun, HomePod tidak akan berfungsi dengan service streaming lain di luar Apple MUsic misalnya seperti Spotify. Tapi dengan Apple MUsic saja, pengguna sudah bisa mengakses 45 juta koleksi lagu ditambah yang dari iTunes Library. Perangkat ini juga dirancang bisa diset dalam waktu 6 detik saja menggunakan iPhone.

Berikut beberapa produk Apple yang akan kompatibel dengan HomePod:

iPhone 5 atau yang lebih baru
iPad Pro
iPad Air atau yang terbaru
iPad mini 2 atau yang terbaru
iPod touch (generasi 6)

*foto: apple

Google Chrome Akan Blokir Iklan yang Tak Sesuai Standar

 

Google Chrome akan menghentikan iklan yang dianggap sangat mengganggu pada mesin pencarian mereka. Penghentian ini akan dilakukan melalui bentuk pemblokiran terhitung 15 Februari 2018 mendatang.

Karena itu, website apa pun yang diakses melalui Chrome tidak akan bisa menampilkan iklan yang tidak sesuai dengan standar mereka (Better Ads Standards), salah satunya seperti iklan satu halaman penuh dan yang tiba-tiba mengeluarkan suara atau video. Ini berarti bahwa para perusahaan harus menampilkan iklan sesuai standar, karena jika tidak, akan diblokir secara otomatis.

Para admin website bisa menggunakan Ad Experience Report milik Google untuk mengidentifikasi iklan yang tidak sesuai dengan Better Ads Standards. Sementara pemilik iklan bisa mengirimkan kembali iklan mereka jika sudah direvisi, untuk kemudian ditinjau agar bisa kembali tayang.

Rencana ini sebenarnya sudah diumumkan pada Juni tahun lalu, dan baru tahun ini Google kembali mengumumkan kelanjutannya. Hal ini mulai berjalan karena Google telah bergabung dengan Coalition for Better Ads, yakni sebuah grup yang menawarkan standar tertentu, bagaimana industri meningkatkan kualitas iklan. Bersama mereka, Google akan memblokir iklan yang memenuhi halaman website, memainkan suara secara tiba-tiba dan memunculkan iklan pop-up.

*foto: google

Bandung Techno Park, Harapan Bagi Wirausaha Industri Digital

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto pada Peresmian Gedung Bandung Techno Park (BTP) di Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/1) mengungkapkan dirinya sangat berharap salah satu pusat riset di tanah air ini bisa melahirkan wirausaha industri digital. Beliau menegaskan bahwa BTP dapat menjadi sebuah industrial cluster bagi generasi muda Apalagi berbagai perusahaan multinasional di bidang elektronika dan telematika bisa bergabung di sini.

Menurut Airlangga selanjutnya perlu dilakukan link and match dengan startup luar negeri serta kolaborasi dengan Tsinghua University dari China dan Institute of Technical Education (ITE) dari Singapura.

Program BTP dirancang dalam rangka memproyeksikan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 dengan menargetkan 1.000 technopreneur. Selain di Bandung, Techno Park akan dibangun juga di wilayah lain seperti TohpaTI Center di Denpasar, Inkubator Bisnis IKITAS di Semarang, Makassar Techno Park di Makassar, dan Pusat Desain Ponsel di Batam.

Dilansir dari kontan.co.id, Kemenperin tengah menyusun peta jalan Industry 4.0, dimana kunci penting bagi fondasi industri di Indonesia adalah penggunaan artificial intelligence, internet of things, wearable gadgets, advance robotics dan 3D printing.

“Artinya, implementasi Industry 4.0 itu menjadi masa depan bagi industri kita. Karena penerapannya akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya, yang tentunya akan sangat menguntungkan bagi industri nasional,” tegas Menteri Airlangga.

Adapun produk unggulan BTP yaitu bus billing, detektor polusi, KWH meter, touchboard, volume detector, agriculture system information management, IP phone, dan USB Key.

Pembangunan BTP sudah dimulai sejak tahun 2015 di atas lahan seleuas 2.800 m2 di Kawasan Pendidikan Telkom, Bandung Selatan. BTP berperan sebagai intermediator dan pembangun sinergi antara Academic, Business, and Government atau Triple Helix A-B-G.

*foto : btp.or.id

4 Cara Agar Konten Marketing Dibaca Oleh Konsumen

Jika sejak 2017 kegiatan marketing fokus pada cara menyampaikan konten ke konsumen, maka di tahun ini marketer yang akan bersaing dengan lebih banyak strategi marketing lainnya, mulai fokus untuk memastikan konsumen membaca kontennya.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Menggunakan kreatif display digital lewat artikel. Penelitian menunjukkan bahwa periklanan digital yang mengacu pada konten seperti artikel, menggiring klik hampir dua kali lebih banyak dibanding cara quick call-to-action (“call now”). Ini artinya konsumen sekarang ingin lebih diedukasi dan “dirayu” oleh pengiklan.
  • Memanfaatkan efek halo dari publisher terkenal, dengan cara promosi konten di situs mereka. Ini bisa meningkatkan jumlah klik dan keterikatan dengan konten yang lebih lama.
  • Beriklan di Facebook tetap jadi pilihan menarik karena berbagai alasan. Jumlah pengguna yang sangat besar dengan demografi yang berbeda-beda, membuat peluang yang lebih besar pula untuk konten dikonsumsi oleh pengguna secara virtual.
  • Menggunakan mesin rekomendasi konten. Tools seperti Taboola dan Outbrain berpartner dengan publisher besar untuk merekomendasikan konten yang mereka anggap diminati oleh pembacanya.

Glass Sound Speaker, Paduan Lentera dan Speaker Bluetooth

Baru-baru ini Sony membuat perangkat portabel seperti lentera yang berfungsi sebagai speaker dan bisa terhubung dengan akun musik pengguna. Perangkat bernama Glass Sound Speaker ini diklaim cocok untuk dibawa piknik atau berbagai kegiatan malam seperti camping bahkan bisa juga digunakan pada saat listrik mati.

Terbuat dari kaca yang sepintas memang terlihat seperti sebuah lentera pada bagian atasnya, sementara sisi lainnya berupa speaker. Pada perangkat ini ditanamkan sub-woofer di bawah modul pencahayaan untuk memberikan suara midrange. Selain itu, ada “radiator pasif tembus” sehingga musik yang dihasilkan akan memberikan nada yang lebih dalam.

Tak hanya menghadirkan suara asli yang jernih, teknologi audio terbaru ini mudah dipasang sehingga bisa didengar di seluruh ruangan, bahkan bisa diaktifkan dengan bluetooth untuk kenyamanan mereka yang ingin memutar lagu dari Spotify, Google Play dan Apple Music.

Perangkat yang menawarkan frekuensi bass yang dalam dan woofer 50mm built-in ini memakan waktu dua jam untuk mengisi daya, dengan masa pakai baterai selama empat jam. Saat ini Glass Sound Speaker dibandrol seharga USD $800 atau sekitar Rp10,4 juta.

*foto: thegadgetflow

Setelah Tayangan Video Bunuh Diri, YouTube Perketat Moderasi Konten

Sebagai reaksi atas tuduhan kepasifannya terhadap konten yang dianggap negatif, YouTube berencana memeriksa video-video populer mereka.

Tuduhan terhadap situs berbagi video yang dibuat oleh tiga mantan karyawan PayPal pada Februari 2005 ini semakin ramai setelah kasus video salah satu Youtuber, Logan Paul yang meng-upload seseorang yang bunuh diri di hutan Aokigahara, Jepang.

Banyak yang mengecam video tersebut dan setelah mendapat banyak tekanan, akhirnya YouTube menyingkirkan akun Logan dari rekomendasi Google Preffered (video yang direkomendasikan agar bisa dibundel untuk iklan besar). Sebelum kejadian ini banyak pengiklan yang keluar dengan alasan iklan mereka dipasang pada video yang kurang pantas, sehingga khawatir akan berdampak buruk pada brand mereka.

Menindaklanjuti kejadian ini akhirnya Google mulai melakukan pengawasan lebih ketat terhadap channel YouTube yang menjadi bagian dari periklanan premium, Google Preferred. Saat ini Google mengumumkan telah mempekerjakan 10.000 moderator manusia dan mesin pembelajaran untuk bertugas mendeteksi video yang tidak sesuai. Langkah ini sebagai tanggapan dari kekhawatiran pengiklan terkait video kurang pantas untuk anak.

“Kami membuat Google Preferred untuk memudahkan klien kami menjangkau audience YouTube yang paling aktif, dan saat ini kami sedang mendiskusikan dan menanti feedback dari brand-brand rekan kami, agar ke depannya kami bisa memberikan jaminan atas apa yang telah mereka beli di awal,” ungkap seorang juru bicara Google, dikutip dari Bloomberg.