Bandung Techno Park, Harapan Bagi Wirausaha Industri Digital

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto pada Peresmian Gedung Bandung Techno Park (BTP) di Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/1) mengungkapkan dirinya sangat berharap salah satu pusat riset di tanah air ini bisa melahirkan wirausaha industri digital. Beliau menegaskan bahwa BTP dapat menjadi sebuah industrial cluster bagi generasi muda Apalagi berbagai perusahaan multinasional di bidang elektronika dan telematika bisa bergabung di sini.

Menurut Airlangga selanjutnya perlu dilakukan link and match dengan startup luar negeri serta kolaborasi dengan Tsinghua University dari China dan Institute of Technical Education (ITE) dari Singapura.

Program BTP dirancang dalam rangka memproyeksikan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 dengan menargetkan 1.000 technopreneur. Selain di Bandung, Techno Park akan dibangun juga di wilayah lain seperti TohpaTI Center di Denpasar, Inkubator Bisnis IKITAS di Semarang, Makassar Techno Park di Makassar, dan Pusat Desain Ponsel di Batam.

Dilansir dari kontan.co.id, Kemenperin tengah menyusun peta jalan Industry 4.0, dimana kunci penting bagi fondasi industri di Indonesia adalah penggunaan artificial intelligence, internet of things, wearable gadgets, advance robotics dan 3D printing.

“Artinya, implementasi Industry 4.0 itu menjadi masa depan bagi industri kita. Karena penerapannya akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya, yang tentunya akan sangat menguntungkan bagi industri nasional,” tegas Menteri Airlangga.

Adapun produk unggulan BTP yaitu bus billing, detektor polusi, KWH meter, touchboard, volume detector, agriculture system information management, IP phone, dan USB Key.

Pembangunan BTP sudah dimulai sejak tahun 2015 di atas lahan seleuas 2.800 m2 di Kawasan Pendidikan Telkom, Bandung Selatan. BTP berperan sebagai intermediator dan pembangun sinergi antara Academic, Business, and Government atau Triple Helix A-B-G.

*foto : btp.or.id

4 Cara Agar Konten Marketing Dibaca Oleh Konsumen

Jika sejak 2017 kegiatan marketing fokus pada cara menyampaikan konten ke konsumen, maka di tahun ini marketer yang akan bersaing dengan lebih banyak strategi marketing lainnya, mulai fokus untuk memastikan konsumen membaca kontennya.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Menggunakan kreatif display digital lewat artikel. Penelitian menunjukkan bahwa periklanan digital yang mengacu pada konten seperti artikel, menggiring klik hampir dua kali lebih banyak dibanding cara quick call-to-action (“call now”). Ini artinya konsumen sekarang ingin lebih diedukasi dan “dirayu” oleh pengiklan.
  • Memanfaatkan efek halo dari publisher terkenal, dengan cara promosi konten di situs mereka. Ini bisa meningkatkan jumlah klik dan keterikatan dengan konten yang lebih lama.
  • Beriklan di Facebook tetap jadi pilihan menarik karena berbagai alasan. Jumlah pengguna yang sangat besar dengan demografi yang berbeda-beda, membuat peluang yang lebih besar pula untuk konten dikonsumsi oleh pengguna secara virtual.
  • Menggunakan mesin rekomendasi konten. Tools seperti Taboola dan Outbrain berpartner dengan publisher besar untuk merekomendasikan konten yang mereka anggap diminati oleh pembacanya.

Glass Sound Speaker, Paduan Lentera dan Speaker Bluetooth

Baru-baru ini Sony membuat perangkat portabel seperti lentera yang berfungsi sebagai speaker dan bisa terhubung dengan akun musik pengguna. Perangkat bernama Glass Sound Speaker ini diklaim cocok untuk dibawa piknik atau berbagai kegiatan malam seperti camping bahkan bisa juga digunakan pada saat listrik mati.

Terbuat dari kaca yang sepintas memang terlihat seperti sebuah lentera pada bagian atasnya, sementara sisi lainnya berupa speaker. Pada perangkat ini ditanamkan sub-woofer di bawah modul pencahayaan untuk memberikan suara midrange. Selain itu, ada “radiator pasif tembus” sehingga musik yang dihasilkan akan memberikan nada yang lebih dalam.

Tak hanya menghadirkan suara asli yang jernih, teknologi audio terbaru ini mudah dipasang sehingga bisa didengar di seluruh ruangan, bahkan bisa diaktifkan dengan bluetooth untuk kenyamanan mereka yang ingin memutar lagu dari Spotify, Google Play dan Apple Music.

Perangkat yang menawarkan frekuensi bass yang dalam dan woofer 50mm built-in ini memakan waktu dua jam untuk mengisi daya, dengan masa pakai baterai selama empat jam. Saat ini Glass Sound Speaker dibandrol seharga USD $800 atau sekitar Rp10,4 juta.

*foto: thegadgetflow

Setelah Tayangan Video Bunuh Diri, YouTube Perketat Moderasi Konten

Sebagai reaksi atas tuduhan kepasifannya terhadap konten yang dianggap negatif, YouTube berencana memeriksa video-video populer mereka.

Tuduhan terhadap situs berbagi video yang dibuat oleh tiga mantan karyawan PayPal pada Februari 2005 ini semakin ramai setelah kasus video salah satu Youtuber, Logan Paul yang meng-upload seseorang yang bunuh diri di hutan Aokigahara, Jepang.

Banyak yang mengecam video tersebut dan setelah mendapat banyak tekanan, akhirnya YouTube menyingkirkan akun Logan dari rekomendasi Google Preffered (video yang direkomendasikan agar bisa dibundel untuk iklan besar). Sebelum kejadian ini banyak pengiklan yang keluar dengan alasan iklan mereka dipasang pada video yang kurang pantas, sehingga khawatir akan berdampak buruk pada brand mereka.

Menindaklanjuti kejadian ini akhirnya Google mulai melakukan pengawasan lebih ketat terhadap channel YouTube yang menjadi bagian dari periklanan premium, Google Preferred. Saat ini Google mengumumkan telah mempekerjakan 10.000 moderator manusia dan mesin pembelajaran untuk bertugas mendeteksi video yang tidak sesuai. Langkah ini sebagai tanggapan dari kekhawatiran pengiklan terkait video kurang pantas untuk anak.

“Kami membuat Google Preferred untuk memudahkan klien kami menjangkau audience YouTube yang paling aktif, dan saat ini kami sedang mendiskusikan dan menanti feedback dari brand-brand rekan kami, agar ke depannya kami bisa memberikan jaminan atas apa yang telah mereka beli di awal,” ungkap seorang juru bicara Google, dikutip dari Bloomberg.

Tren Digital Marketing yang Diprediksi akan Mati di 2018

Beberapa tren di dunia digital marketing akan mulai ditinggalkan di 2018. Berikut 6 tren tersebut seperti yang dilansir oleh situs business2community :

E-Book dan Whitepaper

Mengingat semua serba cepat dan instan di media sosial, maka gaya e-book dan whitepaper dengan tulisan yang panjang sudah tidak lagi terpakai. Jadi kalaupun harus menggunakan dua marketing tools ini, disarankan membuat tulisan yang singkat dan tajam.

Organic Facebook

Organic reach di Facebook merupakan jumlah orang yang melihat post Anda bukan dari iklan / distribusi berbayar. Meski sudah terlihat sejak 2014, tapi 2018 ini jumlah organic reach akan semakin turun karena bisa dibilang sekarang Facebook sudah menjadi platform iklan.

Text Optimisation

Untuk strategi yang lebih besar, teks atau tulisan bisa saja masih berpengaruh. Tapi untuk sekedar menyampaikan pesan, teks tidak lagi dianggap valid. Jadi jika mengoptimalkan teks saja, mungkin ranking Anda di search engine akan turun.

Tahun ini optimisation harus fokus pada sesuatu yang baru, dan memiliki konten yang mengikat. Video, audio dan gambar harus mulai diperhatikan serius. Karena saat ini untuk mencari sesuatu di mesin pencari sudah tidak lagi hanya dengan mengetikkan keyword, tapi bisa dengan voice search bahkan camera search.

Marketing Automation

Brand yang terlalu begantung pada software atau tools untuk aktivitas pemasaran (marketing automation) dirasa kurang ‘hangat’ terhadap audiens-nya. Diperkirakan audiens akan lebih menyukai brand yang bisa menjalin kontak secara personal sehingga membuat mereka merasa dilibatkan dan diistimewakan.

Blogging (Gaya Lama)

Saat ini juga menjadi waktu dimana blogging tidak lagi soal jumlah post (tulisan) seperti era awal kemunculannya, tapi lebih kepada isi konten yang lebih spesifik dan relevan untuk audiens. Update blog di waktu-waktu tertentu dan tidak terlalu sering, akan membuat audiens berpikir bahwa Anda menyiapkan konten secara serius dan tidak semata ingin mendapatkan klik untuk meningkatkan traffic pada blog.

Iklan Video Durasi Panjang

Di tahun ini, iklan video durasi pendek lebih dilirik seiring dengan adanya tanda-tanda channel seperti YouTube berencana menerapkan video berdurasi 6 detik dan Facebook yang juga mulai mempertimbangkan iklan video berdurasi pendek.

*foto : tweakyourbiz

Indonesia Gelar 180 Event Mancanegara di 2018

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggagas 180 event level  internasional pada 2018 di Indonesia yang terdiri dari beberapa kategori seperti Pameran Wisata Umum, Pameran Wisata Khusus, Festival Wonderful Indonesia dan Misi Penjualan.

Program dicanangkan sesuai dengan rangkaian kegiatan strategis Kementerian Pariwisata tahun 2018, dimana fokus pada Digital Tourism, Homestay dan Air Connectivity. Selain itu, tujuh kegiatan stratategis lain seperti branding, top 10 originasi, tiga destinasi utama (15 destinasi branding), pengembangan 10 destinasi prioritas, sertifikasi kompetensi SDM dan gerakan sadar wisata, peningkatan investasi pariwisata dan pengelolaan crisis center, menjadi penopang ketiga fokus utama tadi. Selain itu event program ini diselenggarakan guna mencapai angka kunjungan 17 juta wisatawan pada 2018 ke Indonesia.

Dilansir dari Viva.co.id, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kemenpar, I Gde Pitana memaparkan rangkaian event pariwisata sepanjang 2018 ini digagas guna mendukung pencapaian target angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Guna mencapai target tersebut, strategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan. Untuk marketing strategy menggunakan pendekatan DOT (Destination, Original, dan Time), promotion strategy dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), media strategi dengan pendekatan POSE terutama pada pasar utama di antaranya dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional untuk mempromosikan Wonderful Indonesia,” kata Pitana.

Selanjutnya ia menambahkan, “Pasar Tiongkok kami garap melalui event CITM, PWI, kerjasama dengan Baidu, C-Trip dan Charter Flight.”

Sebagai gambaran konkrit nya, Deputi BP3M lebih banyak melakukan kegiatan hardselling berupa pameran dan misi penjualan (sales mission) dengan tujuan membidik pasar di kawasan Asia Pasifik (Tiongkok, Australia, Jepang, Korea, India dan pasar lain, sementara untuk pasar Eropa sendiri, Kemenpar menggelar event antara lain ITB Berlin, IFTMTop Reza, Vakantiebeurs, WTM London dan PWI. Kemenpar kemudian membidik Australia di PWI Melbourne dan Sydney, wisman Singapura dari NATAS dan ITB Asia. Sedangkan di Malaysia, kembali ikut MATTA dan rangkaian kegiatan PWI. Untuk pasar India, Indonesia mengikuti event SATTE, OTM dan PWI. Amerika sendiri dibidik melalui IMEX Amerika dan DEMA Show.

“Wonderful Indonesia akan menstimuli  pasar Korea melalui HANA Tour, MODE Tour dan KOTFA. Jepang dengan mengikuti JATA dan kegiatan PWI, sedangkan Taiwan melalui Taipei International Travel Fair,” ujar Pitana.

Sementara itu, untuk menarik pasar Thailand, Wonderful Indonesia siap meramaikan event Thailand International Travel Fair, turis Timur tengah digarap melalui event ATM Dubai sedangkan Hongkong melalu DRT Hongkong.

“Itu gambaran event  untuk membantu pencapaian target wisman, dan kita sudah punya modal besar. Wonderful Indonesia telah mendapatkan 13 penghargaan di 6 negara. Yang terakhir adalah kemenangan Wonderful Indonesia menjadi juara dunia pada tanggal 15 September 2017 dalam  UNWTO Video Competition Chengdu, China. Ini tentu prestasi membanggakan dan hasil kerja keras semua pihak dan tambahan spirit dan motivasi kami,” ungkap I Gde Pitana.

Facebook Sediakan Musik Gratis Untuk Pengguna

Lewat layanan Sound Collection, Facebook akan menyediakan konten musik yang mereka miliki untuk digunakan para pengguna secara gratis.

Kumpulan musik ini berisi banyak lagu yang disusun berdasarkan genre dengan jumlah sekitar 1.000 lagu dan 1.500 efek suara. Konten musik ini hanya bisa digunakan pada video Facebook dan Instagram. Jadi kini pengguna yang ingin memakai musik untuk mengiringi video atau visual foto (backsound) di Facebook atau Instagram, bisa mencari pilihan musik di Sound Collection tanpa perlu khawatir akan melanggar hak cipta.

Sama dengan yang dilakukan YouTube sebelumnya, Facebook telah menghapus video yang memuat konten musik ber-hak cipta, dan YouTube juga telah menawarkan koleksi lagu / efek suara bebas royalti.

Perpustakaan musik gratis ini mungkin bukan langkah terbesar untuk mengambil pasar YouTube. Hanya saja ini adalah model yang sudah lama dibutuhkan Facebook untuk mengakomodir kebutuhan pengunjung, selain juga tetap bisa bersaing dengan YouTube.

Sound Collection Facebook bisa diakses di sini.

IKEA Bersama Sonos Siap Hadirkan Musik dan Suara di Seluruh Aspek Rumah

Melalui produk terbarunya, IKEA bekerjasama dengan Sonos akan menghadirkan suara dan musik di seluruh aspek rumah konsumennya.

Menurut IKEA, produk yang akan diluncurkan pada 2019 ini bertujuan menggabungkan pengetahuan IKEA terkait furnitur rumah, dengan keahlian Sonos terkait audio.

Sejumlah dugaan muncul soal kerjasama kedua brand ini. Termasuk kemungkinan IKEA menanamkan produk audio milik Sonos pada produk furnitur mereka, dimana proses ini akan membutuhkan waktu relatif lama.

IKEA menyebut kolaborasi ini akan menjadi langkah ketiga dari program IKEA Home Smart. Langkah pertama di tahun 2015, IKEA mengintegrasikan teknologi pengisian daya nirkabel Qi pada furnitur dan langkah kedua di tahun 2016, mereka meluncurkan produk pencahayaan cerdas.

Youtube Rilis Layanan Streaming Musik di Tahun Depan

 

Saat ini situs web berbagi video, YouTube sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa label rekaman, Sony Music Entertainment, Universal Music Group dan Warner Music Group mengenai rencana peluncuran layanan streaming musik di awal tahun depan.

Dari ketiga label tersebut, Warner Music Group menjadi salah satu yang telah menandatangani kontrak kerja sama. Awal tahun depan YouTube juga akan bernegosiasi dengan Vevo, yang dimiliki oleh Universal dan Sony.

Layanan terbaru YouTube ini akan menawarkan pemutaran musik dalam jaringan berdasarkan permintaan, seperti yang dilakukan Spotify dan Apple Inc. Hanya saja di sini digabungkan dengan karakter YouTube, sehingga nantinya akan seperti video klip.

Musik menjadi salah satu konten video terpopuler di YouTube, yang menarik lebih dari satu miliar pengguna per bulan. Tapi karena kompensasi yang tidak memadai, menyebabkan YouTube sering dikritik oleh para musisi dan label karena pendekatan yang longgar terhadap pelanggaran hak cipta.

Dalam beberapa tahun terakhir banyak bermunculan platform penyedia layanan streaming musik digital seperti iTunes, JOOX & Yonder MUsik. Saat ini musik digital yang bisa diakses melalui layanan streaming memang telah menjadi pilihan banyak penikmat ketimbang harus memutar CD.

*foto: youtube.com

Berkenalan dengan Aquarius Musikindo, Label Rekaman yang Mendistribusikan Album Pas Band Secara Nasional

Pada 1994, Pas Band mencoba mencari label rekaman di Jakarta dengan tujuan agar mereka bisa merilis album secara profesional, namun tak ada satupun label rekaman yang tertarik. Kondisi mulai berubah ketika EP mereka “Four Through The Sap”(1993) dibeli dan diproduksi kembali oleh Aquarius Musikindo untuk didistribusikan secara nasional.

Setelah itu band asal Kota Kembang ini mulai mendapatkan situasi mujur di Jakarta, Aquarius tertarik untuk mengontrak mereka. Pada 1995 Pas mulai memasuki sesi rekaman album kedua “In (No) Sensation” selama 6 bulan di Jakarta. Setelah dirilis album ini terjual sebanyak 100.000 copy dalam rentang satu minggu, di masa inilah untuk pertama kalinya Pas menggarap video klip “Impresi” sebagai single dan video promosi mereka. Selanjutnya yang tercatat adalah omset penjualan album meningkat hingga 400.000 copy dengan honor konser di atas Rp.10.000.000. “In (No) Sensation” juga terpilih menjadi salah satu dari 150 album Indonesia Terbaik versi majalah rolling stone Indonesia.

Histori di atas mungkin sedikit menjelaskan bagaimana Pas band bisa menjadi bagian dari salah satu produsen musik / label rekaman terbesar di Jakarta bernama Aquarius Musikindo, yang pada akhirnya merilis dan mendistribusikan semua album Pas Band secara nasional. Aquarius setidaknya telah menjadi salah satu kontributor terbesar untuk banyak pencapaian Pas,  terutama dalam peran sebagai pengelola dan penjual rekaman, termasuk untuk urusan promosi dan perlindungan hak cipta.

Kemungkinan terbesar yang menjadi alasan Aquarius tertarik terhadap Pas saat itu adalah karena di tahun-tahun sebelumnya pangsa pasar untuk musik alternative rock (yang menjadi salah satu komponen musik Pas) di dunia sedang memasuki masa keemasan. Rilisan alternative rock di masa itu merajai chart dan menjadi best seller di setiap negara. Gelombang dari ledakan alternative semakin besar terasa terutama pada tahun 1991, lewat beberapa rilisan album dengan elemen alternative yang keluar pada tahun yang sama, seperti “Nevermind” (Nirvana), “Ten” (Pearl Jam), “Badmotorfinger” (Soundgarden), “Man In the Box” (Alice in Chains),  “Blood Sugar Sex Magik” (Red Hot Chili Pepper ) dan “Live at the Brixton Academy” (Faith No More).

Dalam perspektif pasar, kondisi ini dirasa akan berpengaruh di dalam negeri. Hal ini terbukti dari pilihan sebagian penikmat musik tanah air yang perlahan bergeser dan mulai melirik musik rock atau pop yang bernafaskan alternative. Tentunya hal ini terjadi lewat peran media yang sangat besar saat itu, mengingat mereka lah yang memborbardir mata telinga pasar dengan materi serupa. Maka adalah keputusan yang tepat jika saat itu Pas dipilih, di samping alasan dari respon positif pasar yang Pas dapatkan sebelumnya lewat EP “Four Through The Sap” yang mereka edarkan sendiri.

Gelombang alternative ini bisa kita lihat dan rasakan juga di dalam negeri lewat rilisan tipikal yang keluar pada tahun yang sama dengan “In (No) Sensation” seperti teman satu label Pas yaitu Nugie dengan “Bumi” atau Netral lewat album “Wa..lah” (Bulletin Musik). Lalu tahun tahun selanjutnya label lain di Indonesia mulai diwarnai oleh nama-nama dengan konten bernafaskan alternative seperti perusahaan rekaman baru saat itu, Target Pro & Musitama Multimedia yang merilis Kubik : self-titled (1997), Plastik : self-titled  (1997 / Bulletin), Cherry Bombshell : Waktu Hijau Dulu (1997 / Bulletin Records), Pure Saturday : self-titled (1996 / Ceepee Production) dan Pure Saturday : Utopia (1999 / Aquarius Musikindo).

Aquarius sendiri merupakan perusahaan rekaman terbesar kedua di Indonesia setelah Musica Studio. Selain Pas, nama-nama populer seperti Funky Kopral, Prisa, Potret, KLa Project, Dewa 19 dan banyak lagi tertera pada daftar artis Aquarius Musiqindo.

Dirintis oleh Johannes Soerjoko / Ook, nama Aquarius terisnpirasi dari lagu tahun 60an, yang diangkat dari karya musikal “Hair” berjudul “Aquarius/Let The Sunshine In” yang liriknya ditulis oleh James Rado & Gerome Ragni serta musik oleh  Galt McDermot.

Aquarius resmi didirikan pada tahun 1969 dengan nama Aquarius Music. Di era 70an Aquarius bekerjasama dengan jaringan Radio Prambors untuk membentuk label rekaman Pramaqua yang merilis album perdana God Bless dan Warkop DKI. Nama Aquarius Musikindo sendiri resmi dipakai pada tahun 1988.

Selain memproduksi musik dalam negeri, Aquarius menjadi produsen dan distributor resmi untuk beberapa produksi album WEA, EMI, JVC dan PONYCANYON serta distributor resmi untuk produksi album internasional SONY sampai tahun 2001. Kerjasama WEA dengan EMI berakhir pada tahun 1995 dan 1997. Saat ini, Aquarius Musikindo menjadi distributor Warner Music Indonesia dan beberapa perusahaan rekaman di Indonesia yang tergabung dalam Aquarius Group, yaitu: Forte Records dan POPS Music.

Di era rilisan fisik musik masih banyak diminati, Aquarius membangun toko di titik-titik strategis di beberapa kota, seperti Jl. Mahakam (Jakarta), Pondok Indah (Jakarta), Dago (Bandung) dan Sutomo (Surabaya). Sejak 1995, mereka merupakan salah satu perwakilan musik yang terbesar di Indonesia. Namun pembajakan yang marak membuat penjualan album fisik menurun. Satu per satu, toko rekaman milik Aquarius ditutup seperti Aquarius Dago, Bandung pada Desember 2009, diikuti penutupan toko kaset Aquarius Pondok Indah, yang merupakan toko rekaman terbesar di Indonesia saat itu, pada tanggal 25 Agustus 2010.

Di masa sekarang, sedikit orang yang mendengarkan musik dari CD player atau perangkat fisik lainya, karena pada umumnya mereka mendengarkan musik dari handphone dan komputer dengan format MP3 dengan pilihan musik yang hampir tak terbatas dari internet. Selain itu bagi sebuah band, internet dirasa lebih efektif untuk dijadikan media promosi yang lebih murah. Keadaan ini membuat peran label rekaman sudah tidak lagi sama seperti di saat Pas memulai album pertamanya. Banyak pekerjaan label rekaman yang sudah bisa dikerjakan secara mandiri (kecuali untuk jaringan, dana produksi dan promosi yang besar) apalagi jika melihat band-band besar sekelas Radiohead & Nine Inch Nails yang memutuskan untuk keluar dari label lalu merilis albumnya sendiri. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari para pasers, apakah album terbaru Pas akan kembali dirilis oleh Aquarius, atau mereka memutuskan untuk kontrak dengan label lain, atau mungkin, kembali ke awal mereka berdiri, yaitu dengan memasarkan album sendiri?!

Segala kemungkinan bisa terjadi, jadi kita tunggu saja seperti apa nantinya…

We want pas!! we want new album!

*dokumentasi foto tahun 2006