Facebook Sediakan Musik Gratis Untuk Pengguna

Lewat layanan Sound Collection, Facebook akan menyediakan konten musik yang mereka miliki untuk digunakan para pengguna secara gratis.

Kumpulan musik ini berisi banyak lagu yang disusun berdasarkan genre dengan jumlah sekitar 1.000 lagu dan 1.500 efek suara. Konten musik ini hanya bisa digunakan pada video Facebook dan Instagram. Jadi kini pengguna yang ingin memakai musik untuk mengiringi video atau visual foto (backsound) di Facebook atau Instagram, bisa mencari pilihan musik di Sound Collection tanpa perlu khawatir akan melanggar hak cipta.

Sama dengan yang dilakukan YouTube sebelumnya, Facebook telah menghapus video yang memuat konten musik ber-hak cipta, dan YouTube juga telah menawarkan koleksi lagu / efek suara bebas royalti.

Perpustakaan musik gratis ini mungkin bukan langkah terbesar untuk mengambil pasar YouTube. Hanya saja ini adalah model yang sudah lama dibutuhkan Facebook untuk mengakomodir kebutuhan pengunjung, selain juga tetap bisa bersaing dengan YouTube.

Sound Collection Facebook bisa diakses di sini.

IKEA Bersama Sonos Siap Hadirkan Musik dan Suara di Seluruh Aspek Rumah

Melalui produk terbarunya, IKEA bekerjasama dengan Sonos akan menghadirkan suara dan musik di seluruh aspek rumah konsumennya.

Menurut IKEA, produk yang akan diluncurkan pada 2019 ini bertujuan menggabungkan pengetahuan IKEA terkait furnitur rumah, dengan keahlian Sonos terkait audio.

Sejumlah dugaan muncul soal kerjasama kedua brand ini. Termasuk kemungkinan IKEA menanamkan produk audio milik Sonos pada produk furnitur mereka, dimana proses ini akan membutuhkan waktu relatif lama.

IKEA menyebut kolaborasi ini akan menjadi langkah ketiga dari program IKEA Home Smart. Langkah pertama di tahun 2015, IKEA mengintegrasikan teknologi pengisian daya nirkabel Qi pada furnitur dan langkah kedua di tahun 2016, mereka meluncurkan produk pencahayaan cerdas.

Youtube Rilis Layanan Streaming Musik di Tahun Depan

 

Saat ini situs web berbagi video, YouTube sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa label rekaman, Sony Music Entertainment, Universal Music Group dan Warner Music Group mengenai rencana peluncuran layanan streaming musik di awal tahun depan.

Dari ketiga label tersebut, Warner Music Group menjadi salah satu yang telah menandatangani kontrak kerja sama. Awal tahun depan YouTube juga akan bernegosiasi dengan Vevo, yang dimiliki oleh Universal dan Sony.

Layanan terbaru YouTube ini akan menawarkan pemutaran musik dalam jaringan berdasarkan permintaan, seperti yang dilakukan Spotify dan Apple Inc. Hanya saja di sini digabungkan dengan karakter YouTube, sehingga nantinya akan seperti video klip.

Musik menjadi salah satu konten video terpopuler di YouTube, yang menarik lebih dari satu miliar pengguna per bulan. Tapi karena kompensasi yang tidak memadai, menyebabkan YouTube sering dikritik oleh para musisi dan label karena pendekatan yang longgar terhadap pelanggaran hak cipta.

Dalam beberapa tahun terakhir banyak bermunculan platform penyedia layanan streaming musik digital seperti iTunes, JOOX & Yonder MUsik. Saat ini musik digital yang bisa diakses melalui layanan streaming memang telah menjadi pilihan banyak penikmat ketimbang harus memutar CD.

*foto: youtube.com

Berkenalan dengan Aquarius Musikindo, Label Rekaman yang Mendistribusikan Album Pas Band Secara Nasional

Pada 1994, Pas Band mencoba mencari label rekaman di Jakarta dengan tujuan agar mereka bisa merilis album secara profesional, namun tak ada satupun label rekaman yang tertarik. Kondisi mulai berubah ketika EP mereka “Four Through The Sap”(1993) dibeli dan diproduksi kembali oleh Aquarius Musikindo untuk didistribusikan secara nasional.

Setelah itu band asal Kota Kembang ini mulai mendapatkan situasi mujur di Jakarta, Aquarius tertarik untuk mengontrak mereka. Pada 1995 Pas mulai memasuki sesi rekaman album kedua “In (No) Sensation” selama 6 bulan di Jakarta. Setelah dirilis album ini terjual sebanyak 100.000 copy dalam rentang satu minggu, di masa inilah untuk pertama kalinya Pas menggarap video klip “Impresi” sebagai single dan video promosi mereka. Selanjutnya yang tercatat adalah omset penjualan album meningkat hingga 400.000 copy dengan honor konser di atas Rp.10.000.000. “In (No) Sensation” juga terpilih menjadi salah satu dari 150 album Indonesia Terbaik versi majalah rolling stone Indonesia.

Histori di atas mungkin sedikit menjelaskan bagaimana Pas band bisa menjadi bagian dari salah satu produsen musik / label rekaman terbesar di Jakarta bernama Aquarius Musikindo, yang pada akhirnya merilis dan mendistribusikan semua album Pas Band secara nasional. Aquarius setidaknya telah menjadi salah satu kontributor terbesar untuk banyak pencapaian Pas,  terutama dalam peran sebagai pengelola dan penjual rekaman, termasuk untuk urusan promosi dan perlindungan hak cipta.

Kemungkinan terbesar yang menjadi alasan Aquarius tertarik terhadap Pas saat itu adalah karena di tahun-tahun sebelumnya pangsa pasar untuk musik alternative rock (yang menjadi salah satu komponen musik Pas) di dunia sedang memasuki masa keemasan. Rilisan alternative rock di masa itu merajai chart dan menjadi best seller di setiap negara. Gelombang dari ledakan alternative semakin besar terasa terutama pada tahun 1991, lewat beberapa rilisan album dengan elemen alternative yang keluar pada tahun yang sama, seperti “Nevermind” (Nirvana), “Ten” (Pearl Jam), “Badmotorfinger” (Soundgarden), “Man In the Box” (Alice in Chains),  “Blood Sugar Sex Magik” (Red Hot Chili Pepper ) dan “Live at the Brixton Academy” (Faith No More).

Dalam perspektif pasar, kondisi ini dirasa akan berpengaruh di dalam negeri. Hal ini terbukti dari pilihan sebagian penikmat musik tanah air yang perlahan bergeser dan mulai melirik musik rock atau pop yang bernafaskan alternative. Tentunya hal ini terjadi lewat peran media yang sangat besar saat itu, mengingat mereka lah yang memborbardir mata telinga pasar dengan materi serupa. Maka adalah keputusan yang tepat jika saat itu Pas dipilih, di samping alasan dari respon positif pasar yang Pas dapatkan sebelumnya lewat EP “Four Through The Sap” yang mereka edarkan sendiri.

Gelombang alternative ini bisa kita lihat dan rasakan juga di dalam negeri lewat rilisan tipikal yang keluar pada tahun yang sama dengan “In (No) Sensation” seperti teman satu label Pas yaitu Nugie dengan “Bumi” atau Netral lewat album “Wa..lah” (Bulletin Musik). Lalu tahun tahun selanjutnya label lain di Indonesia mulai diwarnai oleh nama-nama dengan konten bernafaskan alternative seperti perusahaan rekaman baru saat itu, Target Pro & Musitama Multimedia yang merilis Kubik : self-titled (1997), Plastik : self-titled  (1997 / Bulletin), Cherry Bombshell : Waktu Hijau Dulu (1997 / Bulletin Records), Pure Saturday : self-titled (1996 / Ceepee Production) dan Pure Saturday : Utopia (1999 / Aquarius Musikindo).

Aquarius sendiri merupakan perusahaan rekaman terbesar kedua di Indonesia setelah Musica Studio. Selain Pas, nama-nama populer seperti Funky Kopral, Prisa, Potret, KLa Project, Dewa 19 dan banyak lagi tertera pada daftar artis Aquarius Musiqindo.

Dirintis oleh Johannes Soerjoko / Ook, nama Aquarius terisnpirasi dari lagu tahun 60an, yang diangkat dari karya musikal “Hair” berjudul “Aquarius/Let The Sunshine In” yang liriknya ditulis oleh James Rado & Gerome Ragni serta musik oleh  Galt McDermot.

Aquarius resmi didirikan pada tahun 1969 dengan nama Aquarius Music. Di era 70an Aquarius bekerjasama dengan jaringan Radio Prambors untuk membentuk label rekaman Pramaqua yang merilis album perdana God Bless dan Warkop DKI. Nama Aquarius Musikindo sendiri resmi dipakai pada tahun 1988.

Selain memproduksi musik dalam negeri, Aquarius menjadi produsen dan distributor resmi untuk beberapa produksi album WEA, EMI, JVC dan PONYCANYON serta distributor resmi untuk produksi album internasional SONY sampai tahun 2001. Kerjasama WEA dengan EMI berakhir pada tahun 1995 dan 1997. Saat ini, Aquarius Musikindo menjadi distributor Warner Music Indonesia dan beberapa perusahaan rekaman di Indonesia yang tergabung dalam Aquarius Group, yaitu: Forte Records dan POPS Music.

Di era rilisan fisik musik masih banyak diminati, Aquarius membangun toko di titik-titik strategis di beberapa kota, seperti Jl. Mahakam (Jakarta), Pondok Indah (Jakarta), Dago (Bandung) dan Sutomo (Surabaya). Sejak 1995, mereka merupakan salah satu perwakilan musik yang terbesar di Indonesia. Namun pembajakan yang marak membuat penjualan album fisik menurun. Satu per satu, toko rekaman milik Aquarius ditutup seperti Aquarius Dago, Bandung pada Desember 2009, diikuti penutupan toko kaset Aquarius Pondok Indah, yang merupakan toko rekaman terbesar di Indonesia saat itu, pada tanggal 25 Agustus 2010.

Di masa sekarang, sedikit orang yang mendengarkan musik dari CD player atau perangkat fisik lainya, karena pada umumnya mereka mendengarkan musik dari handphone dan komputer dengan format MP3 dengan pilihan musik yang hampir tak terbatas dari internet. Selain itu bagi sebuah band, internet dirasa lebih efektif untuk dijadikan media promosi yang lebih murah. Keadaan ini membuat peran label rekaman sudah tidak lagi sama seperti di saat Pas memulai album pertamanya. Banyak pekerjaan label rekaman yang sudah bisa dikerjakan secara mandiri (kecuali untuk jaringan, dana produksi dan promosi yang besar) apalagi jika melihat band-band besar sekelas Radiohead & Nine Inch Nails yang memutuskan untuk keluar dari label lalu merilis albumnya sendiri. Hal ini menimbulkan pertanyaan dari para pasers, apakah album terbaru Pas akan kembali dirilis oleh Aquarius, atau mereka memutuskan untuk kontrak dengan label lain, atau mungkin, kembali ke awal mereka berdiri, yaitu dengan memasarkan album sendiri?!

Segala kemungkinan bisa terjadi, jadi kita tunggu saja seperti apa nantinya…

We want pas!! we want new album!

*dokumentasi foto tahun 2006

CD U’Camp – Jabat Erat

Rp.45.000,-

CARA PEMESANAN:

SMS / WA ke no. 0812 1092 0812
dengan format:
#Nama produk #NAMA #Alamat Email #ALAMAT LENGKAP #No.Telp #Jumlah

CONTOH:
#CD-UCamp-JabatErat #ABDUL AZIS #azispasers@gmail.com #Jl.Garuda Rt 003/05 PAMULANG, TANGERANG SELATAN 15417 #08979059450 #1pcs

N16 – TS 001

Rp.120.000,-

CARA PEMESANAN:

SMS / WA ke no. 0812 1092 0812
dengan format:
#KODE produk #NAMA #Alamat Email #ALAMAT LENGKAP #No.Telp #Ukuran #Jumlah

CONTOH:
#PAS-TS-001 #ABDUL AZIS #azispasers@gmail.com #Jl.Garuda Rt 003/05 PAMULANG, TANGERANG SELATAN 15417 #08979059450 #M #1pcs

N16 – TS 002

Rp.120.000,-

CARA PEMESANAN:

SMS / WA ke no. 0812 1092 0812
dengan format:
#KODE produk #NAMA #Alamat Email #ALAMAT LENGKAP #No.Telp #Ukuran #Jumlah

CONTOH:
#PAS-TS-001 #ABDUL AZIS #azispasers@gmail.com #Jl.Garuda Rt 003/05 PAMULANG, TANGERANG SELATAN 15417 #08979059450 #M #1pcs

N16 – H002

Rp.125.000,-

CARA PEMESANAN:

SMS / WA ke no. 0812 1092 0812
dengan format:
#KODE produk #NAMA #Alamat Email #ALAMAT LENGKAP #No.Telp #Ukuran #Jumlah

CONTOH:
#PAS-TS-001 #ABDUL AZIS #azispasers@gmail.com #Jl.Garuda Rt 003/05 PAMULANG, TANGERANG SELATAN 15417 #08979059450 #M #1pcs

N16 – H001

Rp.125.000,-

CARA PEMESANAN:

SMS / WA ke no. 0812 1092 0812
dengan format:
#KODE produk #NAMA #Alamat Email #ALAMAT LENGKAP #No.Telp #Ukuran #Jumlah

CONTOH:
#PAS-TS-001 #ABDUL AZIS #azispasers@gmail.com #Jl.Garuda Rt 003/05 PAMULANG, TANGERANG SELATAN 15417 #08979059450 #M #1pcs

Band Sandy Terdahulu, U’Camp Rilis Album Baru

U’Camp, band yang pernah membesarkan nama drummer Pas Band, Sandy Andarusman baru saja merilis album bertajuk Jabat Erat, lewat singel terpilih dengan judul yang sama. Album berisi 10 track ini melewati proses penggarapan yang dilakukan oleh sang gitaris Iram, pada dua studio musik di Kota Jakarta dan Bandung.

Walaupun hanya beranggotakan dua personel yaitu Iram (gitar) dan Rudi (vokal), tetapi untuk penampilan live, mantan personel U’Camp lainnya seperti Sandy dan Ovy (/rif) akan tetap membantu band ini, selama jadwal mereka tidak bentrok dengan jadwal band yang sekarang.

Untuk penggemar musik rock khususnya hard rock, rilisan album Jabat Erat ini bisa menjadi pilihan di antara banyaknya rilisan rock yang beredar tahun ini.

Terbentuk di Bandung pada tahun 1988, U’Camp dinggap salah satu veteran lokal pelopor musik hard rock di Kota Bandung. Mereka pertama kali merilis album pada 1989 dengan judul Vol. 2, dan pernah mewarnai chart musik rock Indonesia dengan hits “Bayangan” di tahun 1992. Pada masanya, U’Camp sering disejajarkan dengan band lain yang mempunyai materi hampir serupa, yaitu Rudal dan Sahara.

Diskografi:

Vol. 2 (1989)

Bayangan (1992)

Masih Ada (1995)

Aku Cinta (1997)

Kuingin (1998)

Melangkah (1998)

Apa Kabar (2008)