3 Tantangan Digital Marketing di 2018

Perkembangan dan dinamika tren di dunia digital membuat tantangannya pun juga ikut berubah. Tahun lalu pengamat mengungkap bahwa tren digital marketing adalah bagaimana memperoleh konsumen yang potensial.

Lalu apa tantangan terbaru dalam dunia marketing yang akan dihadapi pebisnis tahun ini dan bagaimana mengatasinya?

1. Mendefinisikan kesuksesan

Sekitar 46% pemilik bisnis kecil tidak menyadari strategi digital marketing mereka sebenarnya berhasil. Artinya kebanyakan mereka menghabiskan budget untuk strategi yang mereka sendiri tidak yakin.Untuk mengatasi ini, Anda harus menetapkan goal dan indikator performa utama yang menggiring pada goal tsb. Anda harus bekerja keras untuk merancang goal dan indikator ini sebelum melakukan pengaturan untuk kampanye digital marketing, karena ini penting untuk mendefiniskan kesuksesan.

2. Bekerja dengan budget terbatas

Digital marketing akan bekerja dengan baik saat fokus dengan penambahan nilai pada customer yang butuh penyelesaian masalah. Membuat konten strategis yang bisa membantu customer, tidak hanya akan membuat brand Anda muncul di pencarian utama search engine, tapi juga membuat customer percaya dan memberi perhatiannya pada brand Anda.

3. Memiliki cukup waktu

Dari hasil survey, banyak yang mengatakan bahwa memiliki waktu dan sumber daya untuk mengurus marketing adalah tantangan terbesar. Mungkin di sini Anda bisa mulai mencari partner yang tepat. Yang mengerti bisnis dan bisa fokus pada marketing, sehingga Anda punya waktu lebih untuk hal-hal hanya bisa dilakukan oleh Anda sendiri.

Setelah 4G, Indonesia Bersiap Sambut Teknologi 5G

Setelah sebelumnya berhasil mengimplementasikan teknologi 4G LTE, kali ini pemerintah akan mendatangkan teknologi terbaru yang merupakan terusan 4G, yaitu 5G di Indonesia. Teknologi ini menjanjikan peningkatakan kecepatan dalam transfer melalui jaringan.

Hal ini ditegaskan Menteri Komunikasi dan Informatika (Mekominfo), Rudiantara yang mengungkapkan bahwa pemerintah ingin mendorong 5G berbasis LTE dengan menguji coba teknologi ini di ajang Asean Games pada Agustus 2018 mendatang.

Program ini akan dilakukan melalui PT Telekomunikasi Selular dengan menguji coba jaringan 5G untuk teknologi realitas virtual dan fixed wireless access pada ajang olahraga bergengsi tersebut.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Noor Izza mengatakan saat ini persiapan penerapan uji coba masih dibahas secara intensif. “Kami memang tengah mempersiapkan diri untuk uji coba teknologi 5G,” ungkapnya. Pemerintah telah menerbitkan aturan mengenai hal ini yaitu melalui Peraturan Menteri Kominfo No.5/2016 tentang Uji Coba Teknologi Telekomunikasi, Informatika dan Penyiaran.

Sebelumnya Telkomsel telah melaksanakan demonstrasi teknologi 5G bersama Huawei yang menghasilkan kecepatan unduh 70 Gbps. Untuk program Asian Games mendatang, Telkomsel akan melakukan percobaan penerapan 5G melalui virtual reality (VR) dan fixed wireless access (FWA).Sementara itu dilansir dari bisnis.com, Ericsson memperkirakan penerapan awal 5G akan menghasilkan sekitar 28 juta pelanggan pada 2022 di kawasan Asia Pasifik yang akan memimpin penyebaran 5G secara global. Khusus Indonesia, diprediksi teknologi 5G mulai diadaptasi pada 2020 atau 2021.

Februari 2018 Apple Luncurkan Speaker Pintar, HomePod

Setelah diumumkan pertengahan tahun 2017 lalu, akhirnya perilisan speaker pintar dari Apple segera dirilis.

Produk bernama HomePod ini sudah bisa dipesan (pre-order) namun baru akan tersedia untuk dijual pada 9 Februari. Apple membandrol produk ini senilai 319 Pound atau 349 USD (sekitar 4,7 juta rupiah) dengan pilihan warna putih dan abu-abu gelap.

Bisa dibilang Produk ini jawaban Apple untuk produk seri Echo milik Amazon Alexa, serta Home Speaker milik Google. Di dua tahun terakhir, penjualan speaker pintar dari Amazon memang cukup mendominasi.

Menurut kepala marketing Apple, Phil Schiller, pengguna akan takjub dengan kualitas audio speaker yang memiliki tinggi 7 inchi (17.78 cm) ini. Dilengkapi dengan chip A8 Apple yang memiliki sensor lokasi di dalam ruangan dan audio bisa disetel untuk suara sesuai selera dimana pun Anda berada. Lewat produk ini, Apple menjanjikan tidak hanya pengalaman sound premium, tapi juga semacam kontrol suara dari Siri.

Meski dirilis lebih dulu (pada 2011) dari kompetitornya, Siri belum bisa digunakan secara menyeluruh, artinya pengguna belum bisa menggunakan layanan suara ini secara maksimal. Dengan Homepod, Apple akan membuat Siri bisa mengirim pesan tidak hanya melalui aplikasi Apple tapi juga kompatibel dengan aplikasi lain seperti WhatsApp. Selain itu Siri juga bisa mengatur waktu, memainkan podcast, mengecek berita dan bahkan bisa terhubung ke berbagai perangkat dari rumah pintar (smart home) seperti menyalakan / mematikan lampu, mengeset temperatur rumah dll.

Memiliki woofer untuk bas, tujuh speaker treble untuk akustik berfrekuensi tinggi dan 6 microphone untuk kontrol suara Siri, HomePod dirancang sebagai perangkat audio multi-ruangan. Dan jika ada lebih dari satu HomePod di satu ruangan, speaker akan menyuguhkan sound stereo.

Namun, HomePod tidak akan berfungsi dengan service streaming lain di luar Apple MUsic misalnya seperti Spotify. Tapi dengan Apple MUsic saja, pengguna sudah bisa mengakses 45 juta koleksi lagu ditambah yang dari iTunes Library. Perangkat ini juga dirancang bisa diset dalam waktu 6 detik saja menggunakan iPhone.

Berikut beberapa produk Apple yang akan kompatibel dengan HomePod:

iPhone 5 atau yang lebih baru
iPad Pro
iPad Air atau yang terbaru
iPad mini 2 atau yang terbaru
iPod touch (generasi 6)

*foto: apple

Google Chrome Akan Blokir Iklan yang Tak Sesuai Standar

 

Google Chrome akan menghentikan iklan yang dianggap sangat mengganggu pada mesin pencarian mereka. Penghentian ini akan dilakukan melalui bentuk pemblokiran terhitung 15 Februari 2018 mendatang.

Karena itu, website apa pun yang diakses melalui Chrome tidak akan bisa menampilkan iklan yang tidak sesuai dengan standar mereka (Better Ads Standards), salah satunya seperti iklan satu halaman penuh dan yang tiba-tiba mengeluarkan suara atau video. Ini berarti bahwa para perusahaan harus menampilkan iklan sesuai standar, karena jika tidak, akan diblokir secara otomatis.

Para admin website bisa menggunakan Ad Experience Report milik Google untuk mengidentifikasi iklan yang tidak sesuai dengan Better Ads Standards. Sementara pemilik iklan bisa mengirimkan kembali iklan mereka jika sudah direvisi, untuk kemudian ditinjau agar bisa kembali tayang.

Rencana ini sebenarnya sudah diumumkan pada Juni tahun lalu, dan baru tahun ini Google kembali mengumumkan kelanjutannya. Hal ini mulai berjalan karena Google telah bergabung dengan Coalition for Better Ads, yakni sebuah grup yang menawarkan standar tertentu, bagaimana industri meningkatkan kualitas iklan. Bersama mereka, Google akan memblokir iklan yang memenuhi halaman website, memainkan suara secara tiba-tiba dan memunculkan iklan pop-up.

*foto: google

Bandung Techno Park, Harapan Bagi Wirausaha Industri Digital

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto pada Peresmian Gedung Bandung Techno Park (BTP) di Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/1) mengungkapkan dirinya sangat berharap salah satu pusat riset di tanah air ini bisa melahirkan wirausaha industri digital. Beliau menegaskan bahwa BTP dapat menjadi sebuah industrial cluster bagi generasi muda Apalagi berbagai perusahaan multinasional di bidang elektronika dan telematika bisa bergabung di sini.

Menurut Airlangga selanjutnya perlu dilakukan link and match dengan startup luar negeri serta kolaborasi dengan Tsinghua University dari China dan Institute of Technical Education (ITE) dari Singapura.

Program BTP dirancang dalam rangka memproyeksikan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020 dengan menargetkan 1.000 technopreneur. Selain di Bandung, Techno Park akan dibangun juga di wilayah lain seperti TohpaTI Center di Denpasar, Inkubator Bisnis IKITAS di Semarang, Makassar Techno Park di Makassar, dan Pusat Desain Ponsel di Batam.

Dilansir dari kontan.co.id, Kemenperin tengah menyusun peta jalan Industry 4.0, dimana kunci penting bagi fondasi industri di Indonesia adalah penggunaan artificial intelligence, internet of things, wearable gadgets, advance robotics dan 3D printing.

“Artinya, implementasi Industry 4.0 itu menjadi masa depan bagi industri kita. Karena penerapannya akan meningkatkan produktivitas dan menekan biaya, yang tentunya akan sangat menguntungkan bagi industri nasional,” tegas Menteri Airlangga.

Adapun produk unggulan BTP yaitu bus billing, detektor polusi, KWH meter, touchboard, volume detector, agriculture system information management, IP phone, dan USB Key.

Pembangunan BTP sudah dimulai sejak tahun 2015 di atas lahan seleuas 2.800 m2 di Kawasan Pendidikan Telkom, Bandung Selatan. BTP berperan sebagai intermediator dan pembangun sinergi antara Academic, Business, and Government atau Triple Helix A-B-G.

*foto : btp.or.id

4 Cara Agar Konten Marketing Dibaca Oleh Konsumen

Jika sejak 2017 kegiatan marketing fokus pada cara menyampaikan konten ke konsumen, maka di tahun ini marketer yang akan bersaing dengan lebih banyak strategi marketing lainnya, mulai fokus untuk memastikan konsumen membaca kontennya.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Menggunakan kreatif display digital lewat artikel. Penelitian menunjukkan bahwa periklanan digital yang mengacu pada konten seperti artikel, menggiring klik hampir dua kali lebih banyak dibanding cara quick call-to-action (“call now”). Ini artinya konsumen sekarang ingin lebih diedukasi dan “dirayu” oleh pengiklan.
  • Memanfaatkan efek halo dari publisher terkenal, dengan cara promosi konten di situs mereka. Ini bisa meningkatkan jumlah klik dan keterikatan dengan konten yang lebih lama.
  • Beriklan di Facebook tetap jadi pilihan menarik karena berbagai alasan. Jumlah pengguna yang sangat besar dengan demografi yang berbeda-beda, membuat peluang yang lebih besar pula untuk konten dikonsumsi oleh pengguna secara virtual.
  • Menggunakan mesin rekomendasi konten. Tools seperti Taboola dan Outbrain berpartner dengan publisher besar untuk merekomendasikan konten yang mereka anggap diminati oleh pembacanya.

Glass Sound Speaker, Paduan Lentera dan Speaker Bluetooth

Baru-baru ini Sony membuat perangkat portabel seperti lentera yang berfungsi sebagai speaker dan bisa terhubung dengan akun musik pengguna. Perangkat bernama Glass Sound Speaker ini diklaim cocok untuk dibawa piknik atau berbagai kegiatan malam seperti camping bahkan bisa juga digunakan pada saat listrik mati.

Terbuat dari kaca yang sepintas memang terlihat seperti sebuah lentera pada bagian atasnya, sementara sisi lainnya berupa speaker. Pada perangkat ini ditanamkan sub-woofer di bawah modul pencahayaan untuk memberikan suara midrange. Selain itu, ada “radiator pasif tembus” sehingga musik yang dihasilkan akan memberikan nada yang lebih dalam.

Tak hanya menghadirkan suara asli yang jernih, teknologi audio terbaru ini mudah dipasang sehingga bisa didengar di seluruh ruangan, bahkan bisa diaktifkan dengan bluetooth untuk kenyamanan mereka yang ingin memutar lagu dari Spotify, Google Play dan Apple Music.

Perangkat yang menawarkan frekuensi bass yang dalam dan woofer 50mm built-in ini memakan waktu dua jam untuk mengisi daya, dengan masa pakai baterai selama empat jam. Saat ini Glass Sound Speaker dibandrol seharga USD $800 atau sekitar Rp10,4 juta.

*foto: thegadgetflow

Setelah Tayangan Video Bunuh Diri, YouTube Perketat Moderasi Konten

Sebagai reaksi atas tuduhan kepasifannya terhadap konten yang dianggap negatif, YouTube berencana memeriksa video-video populer mereka.

Tuduhan terhadap situs berbagi video yang dibuat oleh tiga mantan karyawan PayPal pada Februari 2005 ini semakin ramai setelah kasus video salah satu Youtuber, Logan Paul yang meng-upload seseorang yang bunuh diri di hutan Aokigahara, Jepang.

Banyak yang mengecam video tersebut dan setelah mendapat banyak tekanan, akhirnya YouTube menyingkirkan akun Logan dari rekomendasi Google Preffered (video yang direkomendasikan agar bisa dibundel untuk iklan besar). Sebelum kejadian ini banyak pengiklan yang keluar dengan alasan iklan mereka dipasang pada video yang kurang pantas, sehingga khawatir akan berdampak buruk pada brand mereka.

Menindaklanjuti kejadian ini akhirnya Google mulai melakukan pengawasan lebih ketat terhadap channel YouTube yang menjadi bagian dari periklanan premium, Google Preferred. Saat ini Google mengumumkan telah mempekerjakan 10.000 moderator manusia dan mesin pembelajaran untuk bertugas mendeteksi video yang tidak sesuai. Langkah ini sebagai tanggapan dari kekhawatiran pengiklan terkait video kurang pantas untuk anak.

“Kami membuat Google Preferred untuk memudahkan klien kami menjangkau audience YouTube yang paling aktif, dan saat ini kami sedang mendiskusikan dan menanti feedback dari brand-brand rekan kami, agar ke depannya kami bisa memberikan jaminan atas apa yang telah mereka beli di awal,” ungkap seorang juru bicara Google, dikutip dari Bloomberg.

Tren Digital Marketing yang Diprediksi akan Mati di 2018

Beberapa tren di dunia digital marketing akan mulai ditinggalkan di 2018. Berikut 6 tren tersebut seperti yang dilansir oleh situs business2community :

E-Book dan Whitepaper

Mengingat semua serba cepat dan instan di media sosial, maka gaya e-book dan whitepaper dengan tulisan yang panjang sudah tidak lagi terpakai. Jadi kalaupun harus menggunakan dua marketing tools ini, disarankan membuat tulisan yang singkat dan tajam.

Organic Facebook

Organic reach di Facebook merupakan jumlah orang yang melihat post Anda bukan dari iklan / distribusi berbayar. Meski sudah terlihat sejak 2014, tapi 2018 ini jumlah organic reach akan semakin turun karena bisa dibilang sekarang Facebook sudah menjadi platform iklan.

Text Optimisation

Untuk strategi yang lebih besar, teks atau tulisan bisa saja masih berpengaruh. Tapi untuk sekedar menyampaikan pesan, teks tidak lagi dianggap valid. Jadi jika mengoptimalkan teks saja, mungkin ranking Anda di search engine akan turun.

Tahun ini optimisation harus fokus pada sesuatu yang baru, dan memiliki konten yang mengikat. Video, audio dan gambar harus mulai diperhatikan serius. Karena saat ini untuk mencari sesuatu di mesin pencari sudah tidak lagi hanya dengan mengetikkan keyword, tapi bisa dengan voice search bahkan camera search.

Marketing Automation

Brand yang terlalu begantung pada software atau tools untuk aktivitas pemasaran (marketing automation) dirasa kurang ‘hangat’ terhadap audiens-nya. Diperkirakan audiens akan lebih menyukai brand yang bisa menjalin kontak secara personal sehingga membuat mereka merasa dilibatkan dan diistimewakan.

Blogging (Gaya Lama)

Saat ini juga menjadi waktu dimana blogging tidak lagi soal jumlah post (tulisan) seperti era awal kemunculannya, tapi lebih kepada isi konten yang lebih spesifik dan relevan untuk audiens. Update blog di waktu-waktu tertentu dan tidak terlalu sering, akan membuat audiens berpikir bahwa Anda menyiapkan konten secara serius dan tidak semata ingin mendapatkan klik untuk meningkatkan traffic pada blog.

Iklan Video Durasi Panjang

Di tahun ini, iklan video durasi pendek lebih dilirik seiring dengan adanya tanda-tanda channel seperti YouTube berencana menerapkan video berdurasi 6 detik dan Facebook yang juga mulai mempertimbangkan iklan video berdurasi pendek.

*foto : tweakyourbiz

Indonesia Gelar 180 Event Mancanegara di 2018

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggagas 180 event level  internasional pada 2018 di Indonesia yang terdiri dari beberapa kategori seperti Pameran Wisata Umum, Pameran Wisata Khusus, Festival Wonderful Indonesia dan Misi Penjualan.

Program dicanangkan sesuai dengan rangkaian kegiatan strategis Kementerian Pariwisata tahun 2018, dimana fokus pada Digital Tourism, Homestay dan Air Connectivity. Selain itu, tujuh kegiatan stratategis lain seperti branding, top 10 originasi, tiga destinasi utama (15 destinasi branding), pengembangan 10 destinasi prioritas, sertifikasi kompetensi SDM dan gerakan sadar wisata, peningkatan investasi pariwisata dan pengelolaan crisis center, menjadi penopang ketiga fokus utama tadi. Selain itu event program ini diselenggarakan guna mencapai angka kunjungan 17 juta wisatawan pada 2018 ke Indonesia.

Dilansir dari Viva.co.id, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara (Deputi BP3M) Kemenpar, I Gde Pitana memaparkan rangkaian event pariwisata sepanjang 2018 ini digagas guna mendukung pencapaian target angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Guna mencapai target tersebut, strategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan. Untuk marketing strategy menggunakan pendekatan DOT (Destination, Original, dan Time), promotion strategy dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), media strategi dengan pendekatan POSE terutama pada pasar utama di antaranya dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional untuk mempromosikan Wonderful Indonesia,” kata Pitana.

Selanjutnya ia menambahkan, “Pasar Tiongkok kami garap melalui event CITM, PWI, kerjasama dengan Baidu, C-Trip dan Charter Flight.”

Sebagai gambaran konkrit nya, Deputi BP3M lebih banyak melakukan kegiatan hardselling berupa pameran dan misi penjualan (sales mission) dengan tujuan membidik pasar di kawasan Asia Pasifik (Tiongkok, Australia, Jepang, Korea, India dan pasar lain, sementara untuk pasar Eropa sendiri, Kemenpar menggelar event antara lain ITB Berlin, IFTMTop Reza, Vakantiebeurs, WTM London dan PWI. Kemenpar kemudian membidik Australia di PWI Melbourne dan Sydney, wisman Singapura dari NATAS dan ITB Asia. Sedangkan di Malaysia, kembali ikut MATTA dan rangkaian kegiatan PWI. Untuk pasar India, Indonesia mengikuti event SATTE, OTM dan PWI. Amerika sendiri dibidik melalui IMEX Amerika dan DEMA Show.

“Wonderful Indonesia akan menstimuli  pasar Korea melalui HANA Tour, MODE Tour dan KOTFA. Jepang dengan mengikuti JATA dan kegiatan PWI, sedangkan Taiwan melalui Taipei International Travel Fair,” ujar Pitana.

Sementara itu, untuk menarik pasar Thailand, Wonderful Indonesia siap meramaikan event Thailand International Travel Fair, turis Timur tengah digarap melalui event ATM Dubai sedangkan Hongkong melalu DRT Hongkong.

“Itu gambaran event  untuk membantu pencapaian target wisman, dan kita sudah punya modal besar. Wonderful Indonesia telah mendapatkan 13 penghargaan di 6 negara. Yang terakhir adalah kemenangan Wonderful Indonesia menjadi juara dunia pada tanggal 15 September 2017 dalam  UNWTO Video Competition Chengdu, China. Ini tentu prestasi membanggakan dan hasil kerja keras semua pihak dan tambahan spirit dan motivasi kami,” ungkap I Gde Pitana.