T-Shirt PAS – Posioned Garden

HARGA

Rp.120.000,-

 

CARA PEMESANAN:

SMS / WA ke no. 0877 8820 9400
dengan format:
#Nama produk #NAMA #Alamat Email #ALAMAT LENGKAP #No.Telp #Jumlah

CONTOH:
#POSIONEDGARDEN #ABDUL AZIS #azispasers@gmail.com #Jl.Garuda Rt 003/05 PAMULANG, TANGERANG SELATAN 15417 #08979059450 #1pcs

 

 

 

T-Shirt PAS – To Rather

HARGA

Rp.110.000,-

 

CARA PEMESANAN:

SMS / WA ke no. 0877 8820 9400
dengan format:
#Nama produk #NAMA #Alamat Email #ALAMAT LENGKAP #No.Telp #Jumlah

CONTOH:
#TORATHER #ABDUL AZIS #azispasers@gmail.com #Jl.Garuda Rt 003/05 PAMULANG, TANGERANG SELATAN 15417 #08979059450 #1pcs

 

 

T-Shrit PAS – Stolen

HARGA

Rp.110.000,-

 

CARA PEMESANAN:

SMS / WA ke no. 0877 8820 9400
dengan format:
#Nama produk #NAMA #Alamat Email #ALAMAT LENGKAP #No.Telp #Jumlah

CONTOH:
#STOLEN #ABDUL AZIS #azispasers@gmail.com #Jl.Garuda Rt 003/05 PAMULANG, TANGERANG SELATAN 15417 #08979059450 #1pcs

 

 

Perluas Jangkauan, Modalku Siap Beri Pinjaman Hingga 500 Miliar

PT Mitrausaha Indonesia Grup, perusahaan yang menanungi Modalku, penyedia layanan pinjam-meminjam uang berbasis teknologi (P2P lending) memproyeksikan penyaluran pinjaman di tahun 2018 naik 3-4 kali lipat. Tahun lalu sepanjang Januari-September 2017 Modalku telah menyalurkan pinjaman sekitar Rp 300 miliar, atau naik tujuh kali lipat dari tahun 2016.

Modalku berencana memperluas jangkauan dengan menambah kantor cabang ke Indonesia bagian Timur, karena sejauh ini Modalku baru tersedia di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Untuk menggenjot penyaluran pinjaman ini Modalku juga akan menggandeng Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Selama ini modalku bekerjasama dengan PT Bank Sinarmas Tbk sebagai bank kustodian dalam pengelolaan dana pinjaman. Ini menjadikan Modalku sebagai perusahaan P2P lending pertama di Indonesia yang pendanaannya dijaga bank kustodian sehingga keamanan dan transparansi dananya terjamin. Modalku juga mengeklaim sebagai perusahaan P2P lending yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang diaudit salah satu firma dari kelompok audit ternama Big Four, yaitu Ernst and Young.

Selain di Indonesia, Modalku juga beroperasi di Singapura dan Malaysia dengan nama Funding Societies dan menjadi satu-satunya perusahaan P2P lending dari Asia Tenggara yang masuk dalam daftar perusahaan-perusahaan terbaik di dunia yang melakukan terobosan inovasi di bidang teknologi finansial.

Modalku sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dimana sejauh ini sudah ada 22 P2P lending yang terdaftar di OJK dengan jumlah dana yang telah disalurkan pada kuartal III/2017 mencapai Rp 1,44 triliun, melonjak sebesar 496,51%. Dan Modalku berpeluang meraih pangsa pasar mayoritas lantaran target penyaluran pinjaman Modalku di tahun ini sebesar Rp 500 miliar, atau berpotensi menggenggam pangsa pasar 50%.

Namun di sisi lain, banyak yang menganggap kehadiran jasa teknologi finansial (fintech) seperti Modalku ini mengganggu bisnis perbankan. Dan hal ini dibantah oleh Reynold Wijaya, CEO dan Co-Founder Modalku. Menurutnya fintech seperti Modalku justru memilih untuk berkolaborasi dengan bank daripada harus bersaing karena fintech dan bank memiliki banyak perbedaan. Ia menerangkan bahwa nasabah fintech selama ini mayoritas adalah unbankable atau yang tertolak bank. “(Sebanyak) 80% orang Indonesia unbankable. Bank tidak mungkin bisa mengambil semua karena system risk-nya terlalu tinggi.”

Ia kemudian menegaskan, “kalau nasabah ini sudah bankable, silakan diambil. Kami sudah tidak bersaing dengan bank bila semakin banyak orang yang memiliki akses, bank akan semakin diuntungkan.’

10 Alasan Pebisnis Butuh Strategi Digital

Banyak pelaku bisnis yang sadar betapa pentingnya digital dan media mobile untuk mendapatkan dan mempertahankan customer, tapi mereka masih belum memiliki rencana terintegrasi untuk menambah dan merangkul audiens secara efektif, sehingga  timbul 10 masalah  yang sekaligus jadi alasan kenapa pebisnis butuh strategi digital.

  1. Tidak memiliki tujuan

Banyak perusahaan yang tidak memiliki goal atau target yang ingin dicapai di dunia online untuk memperoleh customer baru atau membangun hubungan lebih dalam lagi dengan customer yang sudah ada. Jika tidak memiliki goal, maka tidak bisa memaksimalkan sumber daya dan juga tidak akan bisa melakukan evaluasi.

  1. Tidak memahami audiens online atau market share

Jika pebisnis tidak melakukan riset, customer online bisa saja akan ‘kabur’. Online marketplace dinamikanya berbeda dengan model konvensional, mulai dari tipe pelanggan, tingkah laku, penawaran, pilihan, hingga kompetitor. Ada banyak tool yang tersedia di digital platform untuk mengetahui apa saja yang sebenarnya jadi permintaan customer.

  1. Kompetitor lama dan baru merebut market share

Jika tidak memiliki sumber daya yang cukup di  digital marketing dan juga tidak memiliki strategi digital yang jelas, pebisnis harus siap-siap jika bagiannya diambil oleh kompetitor.

  1. Tidak memiliki value proposition yang kuat

Perlu untuk menempatkan value proposition (hal yang membuat customer lebih memilih satu brand dibanding yang lain) pada customer yang berbeda-beda untuk membantu mengelompokkan layanan online yang bisa disediakan, sehingga mendorong customer untuk terikat. Membangun strategi konten marketing yang kompetitif adalah kuncinya, karena ini yang mengikat audiens lewat saluran seperti  search, social, email marketing dan blog.

  1. Tidak benar-benar memahami customer online

Sering dikatakan bahwa  digital adalah medium paling terukur. Tapi Google Analytics dan sejenisnya hanya akan memberikan evaluasi berupa angka tapi tidak bisa menganalisa perasaan atau isi pikiran customer. Karena itu perlu menggunakan tool feedback di website untuk mengidentifikasi kelemahan lalu mengatasinya.

  1. Tidak terintegrasi

Kita setuju bahwa media digital bekerja dengan baik jika terintegrasi dengan bentuk tradisional dan wadah aspirasi konsumen. Sebaiknya bangun strategi untuk digital marketing yang terintegrasi seperti ini, karena ketika proses transformasi selesai, dengan sendirinya aktivitas digital marketing akan menjadi bagian dari rencana marketing dan bisnis pada umumnya.

  1. Digital tidak memiliki budget atau tenaga yang cukup

Sumber daya yang kurang akan membuat seseorang fokus pada satu hal saja misalnya perencanaan dan eksekusi, tapi abai terhadap hal lain yang tidak kalah penting seperti ancaman kompetitor yang perlu dihadapi.

  1. Membuang uang dan waktu untuk melakukan hal yang sama

Biasanya ini terjadi pada perusahaan besar dimana setiap orang di bagian marketing membeli tools yang berbeda atau menggunakan jasa agensi berbeda untuk menjalankan tugas marketing online yang sebenarnya sama.

  1. Tidak cukup gesit untuk menyusul ketertinggalan atau mempertahankan posisi di depan

Brand online populer seperti Amazon, Dell, Google, Tesco, Zappos selalu dinamis dengan mencoba-coba pendekatan baru, semuanya demi mendapatkan atau mempertahankan audiens online mereka.

  1. Tidak melakukan optimizing

Hampir setiap perusahaan memiliki website analytics, tapi banyak manajer yang tidak yakin bahwa tim mereka punya waktu untuk me-review atau mempelajari itu. Dengan strategi, pebisnis akan memiliki dasar yang bagus, sehingga mereka bisa terus berkembang untuk menyempurnakan aspek-aspek seperti search marketing, site user experience, email dan marketing social media.

T-Shirt PAS – WTF

HARGA

Rp.110.000,-

 

CARA PEMESANAN:

SMS / WA ke no. 0877 8820 9400
dengan format:
#Nama produk #NAMA #Alamat Email #ALAMAT LENGKAP #No.Telp #Jumlah

CONTOH:
#WTF #ABDUL AZIS #azispasers@gmail.com #Jl.Garuda Rt 003/05 PAMULANG, TANGERANG SELATAN 15417 #08979059450 #1pcs

 

Facebook Berikan 136 Miliar Rupiah untuk Program Kepemimpinan Komunitas

Facebook akan memberikan dana sebesar 10 juta dolar (sekitar 136,1 miliar rupiah) untuk mendukung dan melatih pemimpin masyarakat di seluruh dunia. Inisiatif ini telah  mereka konfirmasi pada konferensi tingkat tinggi di London pada hari Jumat kemarin, yang dihadiri lebih dari 300 pemimpin masyarakat dari seluruh Eropa, seperti “blind veteran UK” yang membantu veteran buta dan keluarga mereka, serta “donna mamma” kelompok pendukung para ibu di Perancis.

Inisiatif ini berupa program kepemimpinan komunitas Facebook dengan tawaran tempat tinggal, beasiswa dan kesempatan latihan, serta bantuan khusus pada platform jejaring sosial, dengan tujuan memberdayakan pemimpin di seluruh dunia yang membangun masyarakat melalui keluarga aplikasi dan layanan facebook.

Facebook, salah satu layanan jejaring sosial yang didirikan  pada 2014 ini sering dianggap punya banyak dampak sosial maupun politik di beberapa wilayah. Salah satunya pada Februari 2008, sebuah grup Facebook bernama “One Million Voices Against FARC” mengadakan acara yang dihadiri ratusan ribu penduduk Kolombia yang memrotes Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia, dikenal sebagai FARC (dari kepanjangannya yang berbahasa Spanyol). Atau pada Agustus 2010, saat salah satu situs pemerintah resmi Korea Utara, Uriminzokkiri, bergabung dengan Facebook. Selain itu Facebook telah menghadapi berbagai kontroversi sehingga diblokir di beberapa negara seperti di RRC, Vietnam, Suriah, Pakistan dll atas alasan yang berbeda-beda.

Lenna, Asisten Virtual Buatan Lokal

Lenna, aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh salah satu startup dan developer IT di Indonesia, PT Sinergi Digital Teknologi, sudah resmi dirilis untuk pengguna gadget di pasar lokal.

Lenna diyakini bisa menjadi asisten virtual yang lebih personal dengan menggunakan perintah suara (Voice Command). Aplikasi virtual assistant ini menjadi yang pertama menggunakan Bahasa Indonesia dan dapat membantu aktivitas penggunanya dalam berbagai keperluan. Lenna dianggap lebih cerdas berkat sistem AI yang disematkan di dalamnya.

Pada pasar aplikasi sejenis, Lenna menjadi berbeda karena selain bisa Bahasa Inggris Lenna dapat memakai Bahasa Indonesia yang fleksibel dan tidak baku. Ini dianggap kelebihan Lenna jika dibandingkan dengan aplikasi sejenis seperti Google Assistant. Kelebihan lainya adalah dapat digunakan untuk mengecek berita terbaru, ramalan cuaca serta koneksi terhadap mesin pencarian dan platform e-Commerce. Jadi secara langsung pengguna bisa memerintahkan Lenna untuk menjalankan berbagai hal, menanyakan sesuatu secara spesifik, membeli pulsa seluler atau membeli tiket transportasi hingga bioskop.

Nama Lenna sendiri menurut CEO PT Sinergi Digital Teknologi, Rissandi dipilih karena menurutnya identik dengan wanita cantik dan pintar.

Teknologi chatbot (chatterbot : program software yang dirancang untuk mensimulasi percakapan) di Indonesia sudah banyak mengalami kemajuan. Aplikasi ini telah menjangkau hingga ke fungsi asisten personal untuk kebutuhan sehari-hari, dan bisa ditemukan di beberapa aplikasi local. Kondisi ini membuat aplikasi sejenis banyak bermunculan dan salah satunya adalah Lenna di tahun 2018.

Hampir mirip dengan Siri buatan Apple, Lenna lebih memudahkan penggunanya dibanding chatbot kebanyakan yang memerlukan input berupa kalimat teks sebagai perintah. Saat ini Lenna masih dalam tahap pengembangan dan ada beberapa rencana penyempurnaan sistem untuk mengantisipasi kebutuhan tren ke depan, ketersediaan akun khusus bisnis (enterprise), peluncuran versi iOS dan kemitraan dengan sejumlah pelaku bisnis guna memperbanyak fitur.

Dilema Investor Asing di Sektor Ekonomi Digital

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia jumlahnya mencapai 45 juta, yaitu sekitar 60% dari ekonomi Indonesia. Hal ini dimungkinkan karena peran pemerintah yang sering mendorong UMKM agar merambah bisnis digital dengan program UMKM Go Online.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan, UMKM yang memasarkan lewat jalur online diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan hingga 26%. Apalagi kontribusi UMKM terhadap ekonomi Indonesia saat ini mencapai 58% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Kondisi ini secara tidak langsung mengundang investor asing untuk ikut berperan, dengan nilai investasi yang masuk ke perusahaan rintisan baru di Indonesia yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah, seperti Alibaba, e-commerce Asal Cina, yang menyuntik dana ke Tokopedia,  1,1 miliar dolar AS atau Rp 14,7 triliun. Tencen, yang juga dari Cina, menggelontorkan 1,2 miliar dolar AS, atau Rp 16 triliun, ke Gojek. Traveloka, situs penyedia layanan pemesanan kamar hotel dan pesawat juga mendapat kucuran dana 500 juta dolar AS dari perusahaan keuangan dan perjalanan daring dunia; Expedia Inc, East Ventures, Hillhouse Capital Group, JD.com dan Sequoia Capital.

Penyebab banyaknya investor asing diyakini karena ketiadaan pemodal usaha di dalam negeri, dengan kata lain jika investor asing bisa mengukur besaran risiko setiap start-up, maka pemodal Indonesia masih meraba-raba.

Saat ini 98 persen investasi di sektor tersebut sudah dikuasai oleh asing. Ketua Umum Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI), Bari Arijono mendesak pemerintah untuk segera mengatur regulasi terkait hal ini. Bari memandang, investasi asing di bidang ekonomi digital perlu dibatasi, seperti dilansir dari republika.co.id Bari mengungkapkan, “Dominasi investor asing dinilai sudah terlalu kuat di sektor ekonomi digital Indonesia yang sedang tumbuh pesat. Padahal, ekonomi digital adalah masa depan perekonomian Indonesia.” Ia kemudian menambahkan, “Pemerintah perlu membatasi investasi asing di sektor ekonomi digital dan memperkuat sumber pendanaan dalam negeri.”

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ekonomi Kreatif, Erik Hidayat mengungkapkan bahwa sektor ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk tumbuh. Hal ini mengingat mayoritas penduduk berusia muda dan pertumbuhan kelas menengah meningkat pesat. Selain itu, kesadaran penggunaan teknologi di daerah-daerah juga terus meluas. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, kata Erik, pemerintah harus mampu membuat kebijakan yang mengikuti perubahan teknologi.

Amazon Siap Ramaikan Persaingan E-Commerce Indonesia

Persaingan e-commerce tanah air akan kembali diramaikan oleh pemain global. Salah satu perusahaan e-commerce terbesar asal Amerika Serikat, Amazon.com, akan masuk ke Indonesia.

Dilansir dari situs kontan.co.id, Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Daniel Tumiwa memprediksi masuknya Amazon tidak akan mampu dilawan oleh e-commerce lokal. Soalnya tidak ada satu pun e-commerce Indonesia yang memiliki kemampuan modal maupun teknologi seperti Amazon. “Dia sudah gede banget. Punya semuanya,” ujar Daniel.

Perusahaan multinasional ini biasanya akan menguji pasar di tahun pertamanya, setelah itu barulah mereka memutuskan akan lanjut atau berhenti. Jika dalam satu tahun tidak berhasil, biasanya Amazon akan memutuskan untuk hengkang. Seperti yang terjadi di Cina, mereka tidak berhasil dan memutuskan untuk keluar. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi mereka di beberapa negara, salah satunya India. Amazon berhasil berada di posisi puncak dalam waktu setahun, dan bertahan sampai sekarang.

Didirikan pada 1994 oleh Jeff Bezos, awalnya muncul dengan nama Cadabra pada 1994. Situsnya mengudara dengan nama amazon.com tahun 1995. Awalnya Amazon merupakan toko buku daring, lalu menjadi penjual DVD, CD, MP3, perangkat lunak, permainan video, barang elektronik, perlengkapan, furnitur, makanan, mainan dan perhiasan. Saat ini Amazon memproduksi barang elektronik, buku elektronik dan komputer tablet, Kindle Fire. Perusahaan perdagangan elektronik multinasional yang berkantor pusat di Seattle, Washington ini telah menjadi salah satu penyedia jasa komputasi online terbesar.