10 Alasan Pebisnis Butuh Strategi Digital

Banyak pelaku bisnis yang sadar betapa pentingnya digital dan media mobile untuk mendapatkan dan mempertahankan customer, tapi mereka masih belum memiliki rencana terintegrasi untuk menambah dan merangkul audiens secara efektif, sehingga  timbul 10 masalah  yang sekaligus jadi alasan kenapa pebisnis butuh strategi digital.

  1. Tidak memiliki tujuan

Banyak perusahaan yang tidak memiliki goal atau target yang ingin dicapai di dunia online untuk memperoleh customer baru atau membangun hubungan lebih dalam lagi dengan customer yang sudah ada. Jika tidak memiliki goal, maka tidak bisa memaksimalkan sumber daya dan juga tidak akan bisa melakukan evaluasi.

  1. Tidak memahami audiens online atau market share

Jika pebisnis tidak melakukan riset, customer online bisa saja akan ‘kabur’. Online marketplace dinamikanya berbeda dengan model konvensional, mulai dari tipe pelanggan, tingkah laku, penawaran, pilihan, hingga kompetitor. Ada banyak tool yang tersedia di digital platform untuk mengetahui apa saja yang sebenarnya jadi permintaan customer.

  1. Kompetitor lama dan baru merebut market share

Jika tidak memiliki sumber daya yang cukup di  digital marketing dan juga tidak memiliki strategi digital yang jelas, pebisnis harus siap-siap jika bagiannya diambil oleh kompetitor.

  1. Tidak memiliki value proposition yang kuat

Perlu untuk menempatkan value proposition (hal yang membuat customer lebih memilih satu brand dibanding yang lain) pada customer yang berbeda-beda untuk membantu mengelompokkan layanan online yang bisa disediakan, sehingga mendorong customer untuk terikat. Membangun strategi konten marketing yang kompetitif adalah kuncinya, karena ini yang mengikat audiens lewat saluran seperti  search, social, email marketing dan blog.

  1. Tidak benar-benar memahami customer online

Sering dikatakan bahwa  digital adalah medium paling terukur. Tapi Google Analytics dan sejenisnya hanya akan memberikan evaluasi berupa angka tapi tidak bisa menganalisa perasaan atau isi pikiran customer. Karena itu perlu menggunakan tool feedback di website untuk mengidentifikasi kelemahan lalu mengatasinya.

  1. Tidak terintegrasi

Kita setuju bahwa media digital bekerja dengan baik jika terintegrasi dengan bentuk tradisional dan wadah aspirasi konsumen. Sebaiknya bangun strategi untuk digital marketing yang terintegrasi seperti ini, karena ketika proses transformasi selesai, dengan sendirinya aktivitas digital marketing akan menjadi bagian dari rencana marketing dan bisnis pada umumnya.

  1. Digital tidak memiliki budget atau tenaga yang cukup

Sumber daya yang kurang akan membuat seseorang fokus pada satu hal saja misalnya perencanaan dan eksekusi, tapi abai terhadap hal lain yang tidak kalah penting seperti ancaman kompetitor yang perlu dihadapi.

  1. Membuang uang dan waktu untuk melakukan hal yang sama

Biasanya ini terjadi pada perusahaan besar dimana setiap orang di bagian marketing membeli tools yang berbeda atau menggunakan jasa agensi berbeda untuk menjalankan tugas marketing online yang sebenarnya sama.

  1. Tidak cukup gesit untuk menyusul ketertinggalan atau mempertahankan posisi di depan

Brand online populer seperti Amazon, Dell, Google, Tesco, Zappos selalu dinamis dengan mencoba-coba pendekatan baru, semuanya demi mendapatkan atau mempertahankan audiens online mereka.

  1. Tidak melakukan optimizing

Hampir setiap perusahaan memiliki website analytics, tapi banyak manajer yang tidak yakin bahwa tim mereka punya waktu untuk me-review atau mempelajari itu. Dengan strategi, pebisnis akan memiliki dasar yang bagus, sehingga mereka bisa terus berkembang untuk menyempurnakan aspek-aspek seperti search marketing, site user experience, email dan marketing social media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *